Haul Habib Ali Solo Habiskan 200 Ton Beras 400 Ekor Kambing

01 FEBRUARI 2016,

SOLO, ISLAMNUSANTARA.COM – Ribuan jemaah dari berbagai daerah di luar Kota Solo berjejal mengikuti haul Habib Ali Bin Muhammad Al Habsyi yang digelar di Masjid Ar Riyadh, Jl. Kapten Mulyadi, Pasar Kliwon, Solo, Sabtu (30/1). Aarus lalu lintas di sejumlah titik di Kota macet akibat pengalihan arus lalu-lintas.

Suasana haul kemarin berlangsung khusyuk. Ribuan orang dari berbagai daerah yang mayoritas mengenakan sarung dan baju koko berpeci bahkan tak menggubris panas terik matahari yang menyengat.

Haul Habib SoloBeberapa di antara mereka duduk di aspal sepanjang Jl. Kapten Mulyadi dan beberapa gang di sekitar lokasi haul mendengarkan tausyiyah.

“Meski kami cukup jauh dari lokasi haul tidak masalah. Karena mau mendekat sudah tidak bisa. Yang penting masih kotbahnya masih kedengaran,” terang Sri, 54, asal Bekasi, Jabar.

Menyemutnya lautan jamaah  sebagaimana acara haul sebelumnya, panitia menyiapkan suguhan berupa nasi kebuli dalam jumlah besar untuk dibagikan kepada jamaah. Tidak kurang dari 200 ton beras dimasak dan 400 ekor kambing disembelih untuk dibuat nasi kebuli.

“Karena mereka tamu, kami menjamu ala kadarnya,” ujar cicit Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi, Habib Mustofa Mulachela.

Jemaah berebut Nasi Kebuli saat akhir acara haul. Nasi kebuli yang dibagikan paniti merupakan cirikhas makanan yang diberikan kepada jamaah saat istirahat siang setelah mengikuti serangkaian acara.

Meski panitia telah menyiapkan hidangan, banyak penjual makanan yang menyatakan daganannya laris. Salah seorang penjual tahu kupat di Alun Alun selatan Keraton Kasunanan Surakarta, Harni, 53, menyatakan dagangannya laris manis.

“Saya setiap tahun berjualan makanan di sini. Karena memang sering laris dan mendapatkan duit lumayan banyak. Biasanya kalau tidak ada haul saya jualan di Pagelaran,” kata dia.

Banyaknya jamaah yang hadir menimbulkan rezeki berbagai orang. Di antaranya tukang becak, penjual makanan, penjual koran bekas untuk alas duduk dan sebagainya.

Hasan Anis putra kelima mendiang Habib Anis, keturunan Habib Ali Bin Muhammad Al Habsyi mengatakan, acara haul ini banyak membawa manfaat bagi  masyarakat luas. Karena dengan adanya haul yang diikuti ribuan jamaah ini roda ekonomi sekitar Pasar Kliwon khususnya menjadi hidup.

“Bahkan banyak juga pedagang dari luar kota yang memanfaatkan momen ini untuk berjualan. Apalagi sekarang haul ini sudah masuk kalender wisata Kota Solo sehingga pengunjung makin banyak,” terang dia.

Haul juga mendatangkan rejeki bagi perhotelan. Okupansi sejumlah hotel berbintang di kawasan Pasar Kliwon, Solo menyentuh 100% saat perayaan Haul. Bahkan, Kamar-kamar di hotel tersebut sudah dipesan setahun sebelum acara Haul Habib Ali.

Public Relation & Executive Secretary Aziza Hotel Solo, Nuning Cahyono, mengatakan okupansi paling tinggi terjadi pada Jumat (29/1/2016) saat mendekati puncak perayaan Haul Habib.

“Tamu yang menginap di hotel ini sudah memesan setahun lalu untuk dipakai saat Haul Habib sekarang. Okupansinya bahkan mencapai 100 persen,” jelasnya.

Lonjakan okupansi juga terjadi di Grand Amira Hotel Solo. Sales Marketing Manager Grand Amira Hotel Solo, Dina Setyaningrum, mengatakan okupansi hotel saat perayaan Haul Habib sudah penuh sejak November tahun lalu. Saat ini, dia sering mendapatkan permintaan tamu untuk menginap di hotel. Namun, keterbasan jumlah kamar membuat hotel terpaksa menolak tamu yang hendak menginap karena penuh.

Prosesi haul dimulai pada Sabtu (30/1) berupa pembacaan Yasin dan tahlil serta riwayat Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi. Kemudian pada Minggu (31/1), setelah sholat Subuh, dilakukan pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Prosesi haul dipimpin oleh Habib Hasan bin Anis bin Alwi bin Ali bin Muhammad Al Habsyi. (ISNU)

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: