Hj Sinta Nuriyah: Tidak Ada Agama yang Mengajarkan Permusuhan

Senin, 11 Juni 2018

ISLAMNUSANTARA.COM, Sidoarjo – Sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan merupakan kultur yang melekat dalam identitas masyarakat Indonesia. Sejak dulu, masyarakat Indonesia telah dikenal dunia sebagai masyarakat yang ramah dan menjunjung tinggi perdamaian. Nilai-nilai itu terpatri dalam kesadaran jiwa dan hati setiap masyarakat Indonesia karena agama menjadi pedoman hidup yang tak bisa dipisahkan dengan masyarakat Indonesia.

Kultur masyarakat yang toleran di Indonesia tidak hanya sebatas teori semata, akan tetapi mampu mewujud pada soliditas antar suku, budaya, tradisi dan agama yang berbeda-beda di berbagai penjuru Indonesia. Bahkan dalam iklim keberagaman yang luar biasa itu, masyarakat Indonesia mampu mencapai titik temu melalui falsafah bangsa atau apa yang dikenal dengan Pancasila.

Nyai Hj Sinta Nuriyah Wahid menegaskan kembali soliditas antara anak bangsa Indonesia itu saat melaksanakan kegiatan sahur bersama di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Kelompok Sinar Mandiri KSM desa Janti Waru Sidoarjo, Jawa Timur (7/6). Menurut Nyai Sinta, masyarakat Indonesia harus tetap memegang teguh prinsip persatuan dan jangan sampai terprovokasi melalui ujaran kebencian atas kelompok lain.

Dalam pandangan istri almarhum Gus Dur itu, semua agama sejatinya mengajarkan kebaikan untuk saling menghormati dan menghargai kelompok yang berbeda. Oleh karena itu, untuk menjaga persatuan Indonesia, maka umat beragama harus menjaga kerukunan dan menjunjung tinggi perdamaian di antara perbedaan yang ada.

“Semua agama mengajarkan saling menghormati, menghargai, hidup berdampingan. Semua umat harus bersatu untuk menjaga kerukunan dan merawat perdamaian,” ungkapnya. (ISNU)

Sumber: Islamramah

No Responses

Tinggalkan Balasan