Imam Besar Masjid Istiqlal: Halal Bihalal Produk Islam Indonesia

Senin, 11 Juli 2016,

SULAWESI, ISLAMNUSANTARA.COM – Halal Bihalal adalah produk Islam Indonesia yang diekspor keluar negeri seperti Malasyia, Brunai Darusalam dan beberapa negara Islam lainnya. “Halal Bihalal adalah terminologi khas Islam Indonesia yang tidak ditemukan di Negara Arab,” papar Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA, saat menyampaikan tauziah di acara Reuni IKA PMII Sulsel, Minggu (10/7).

Lebih lanjut, alumni terbaik Program S3 IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, tahun 1998 ini mengatakan, esensi yang terkandung dalam Halal Bihalal adalah silaturahmi, dan itu tidak hanya untuk orang-orang yang masih hidup, tapi juga mereka yang telah wafat.

“Madrasah yang paling syahdu itu adalah makam. Alangka kikirnya kita sebagai manusia jika kita tak melakukan silaturahmi kepada orang tua yang telah membesarkan kita, meski ia telah wafat,” terangnya.

Sementara untuk orang hidup, silaturahmi tak tak hanya dilakukan bagi mereka yang beragama Islam, tapi juga kelompok di luar Islam, sebab silaturrahmi adalah bahagian dari upaya untuk memuliakan manusia, sebagaimana bunyi, QS. Al-‘Isra’ [17] : 70

“Di ayat tersebut sangat jelas Allah SWT mengatakan: وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِىٓ ادَمَ Artinya: “Sungguh kami telah memuliakan anak cucu adam” (ayat ini tidak mengatakan “walakad karramna bani muslimun”) pemuliaan terhadap umat muslim, karena memang pemuliaan manusia itu bersifat universal,” katanya.

Untuk menguatkan argumentasinya itu, ia pun mengutip kitab Sirah Nabawiyah jilid dua yang di dalamnya diceritakan sikap Rasullah SAW kepada umat Nasarani.

Di kitab itu disebutkan, nabi Muhammad SAW pernah mempersilahkan umat Nasrani untuk melakukan kebaktian di masjid, dan juga pernah memerintahkan sahabatnya untuk membantu pembangunan rumah ibadah non Muslim,” (ISNU)

Sumber: seputarsulawesi.com

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: