Imam Masjidil Haram: Umat Islam Harus Bersatu

Minggu, 11 Maret 2018

ISLAMNUSANTARA.COM, Lahore – Imam Masjidil Haram Al Sheikh Saaleh Bin Mohammad Aal-e-Thalib mengatakan, mereka yang melakukan tindakan kekerasan terhadap manusia yang tidak berdosa, tidak ada hubungannya dengan Islam. Dilansir di The News, Sabtu (10/3), pernyataan itu disampaikannya saat menghadiri sebuah undangan yang diselenggarakan oleh Ketua Majelis Ulama Pakistan (PUC) Tahir Mehmood Ashrafi pada Jumat (9/3).

Pada pertemuan itu, hadir pula Duta Besar Saudi Nawaf Saeed Al Maaliki, Maulana Saeed Inayatullah, Maulana Asad Zakaria, Maulana Shafi Qasmi dan Maulana Asadullah Farooq.

Imam Masjidil Haram tersebut menekankan, kesatuan yang lengkap di antara umat Islam. Ia mengatakan, bahwa hal itu adalah satu-satunya cara untuk menemukan solusi atas semua masalah yang dihadapi oleh dunia Muslim.

Dia mengatakan, Harmain Sharifain telah menjadi pusat kesatuan seluruh umat Islam dan pusat cinta untuk seluruh populasi Muslim. Sheikh Saaleh juga memperingatkan bahwa musuh telah menciptakan rumor dan ketidakpercayaan di kalangan umat Islam, dalam upaya menciptakan perpecahan di antara negara-negara dan orang-orang Muslim. Terutama, di garis sekte.

Dia menambahkan, bahwa rumor yang menciptakan kalangan Muslim bukanlah teman umat Islam. Dia mengatakan, Pakistan dan Arab Saudi selalu terikat pada hubungan persaudaraan dan persahabatan yang kuat, dan tidak ada kekuatan yang bisa menghilangkan cinta antara kedua negara tersebut.

Sebelumnya, dalam khutbah Jumat di Markaz Ahle Hadith di Kala Shah Kaku, sebuah kota di Distrik Sheikhupura di Pakistan, Imam Ka’bah tersebut menghimbau seluruh umat Islam untuk membangun kesatuan penuh di antara barisan mereka untuk melawan bahaya dan persekongkolan yang dilakukan oleh musuh-musuh mereka. Dia memperingatkan, bahwa musuh-musuh umat Islam telah berhasil membobol jalur pertahanan persatuan Muslim, hanya karena pemimpin dan orang-orang Muslim telah menghindari ajaran Alquran dan jalan Nabi Muhammad SAW.

Dia mendesak, agar masyarakat menjadikan Sunnah Nabi (SAW) sebagai sebuah standar untuk menyesuaikan kembali perbedaan mereka dan menghindari praktik yang menciptakan penyimpangan dari Syariah Islam dan melukai perasaan sesama Muslim. Seharusnya, kata dia, tugas pemerintah, guru, dan ilmuwan Muslim adalah untuk melakukan upaya terpadu guna mewujudkan reformasi di dalam masyarakat Muslim. Di samping, mengadakan kegiatan untuk meningkatkan silabus pendidikan dan standar moral masyarakat pada umumnya dan kaum muda pada khususnya.

Dikatakannya, tindakan tegas diperlukan untuk melawan merebaknya pencabulan, amoralitas dan pelanggaran kode-kode Islam di tingkat publik. Imam Ka’bah juga mengatakan, tugas Daulah adalah tugas setiap individu Muslim.

Sementara itu, Hafiz Tahir Mehmood Ashrafi memuji perjuangan dan pengorbanan tentara Pakistan yang gagah berani dan pemberantasan terorisme dari negara tersebut. Dia mengatakan, upaya menghapus terorisme dan ekstremisme dari seluruh dunia Muslim akan dilanjutkan di masa depan dengan kolaborasi pemerintah dan ulama Saudi. Dia juga memperingatkan musuh-musuh Arab Saudi, dengan mengatakan, seluruh umat Islam bersatu untuk melindungi tempat-tempat suci umat Islam di Arab Saudi. (ISNU)

Sumber: Republika.co.id

No Responses

Tinggalkan Balasan