Ini kriteria Nahdliyyin Menurut Mbah Maimoen

Jum’at, 03 Februari 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Rembang – Untuk mengetahui siapa warga Nahdliyyin terlebih dahulu harus mengetahui latar belakang, tujuan dan siapa yang mendirikan. “NU itu berdiri tahun 1926 M, tepatnya tanggal 31 bulan Januari. Berdirinya Nahdlatul Ulama itu berdiri pertama kali lewat Muktamar. Muktamar pertama kali itu berakhir pada tanggal 31 Januari. Memilih Rais Akbar Mbah Hasyim (KH Hasyim Asy’ari) dan wakilnya Kiai Faqih Maskumambang,”

Demikian disampaikan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maimoen Zubair, Kamis (2/2), di Rembang, Jawa Tengah.

Kiai yang memiliki sapaan akrab Mbah Moen tersebut menambahkan, Muktamar pertama itu dihadiri banyak ulama. Ada beberapa keanehan yang berusaha dijelaskan kiai karismatik itu. Ia menjelaskan terkait segi bahasa yang digunakan dalam penamaan Nahdlatul Ulama tersebut.

“Banyak kiai yang meng-isghal-kan (mempertanyakan) kenapa dinamakan Nahdlatul Ulama. Kata Nahdlatul Ulama itu masdar dari nahdlah, yang mengikuti wazan fa’la yang disebut sebagai masdar marrah (isim yang menunjukkan peristiwa terjadi hanya sekali),” terangnya.

Jadi inilah yang menjadi harapan organisasi  kemasyarakat Islam Nahdlatul Ulama, yakni dengan sekali bangkit, lalu bertahan untuk selamanya. Kita harus menjaga, mempertahankan sifat, corak, bentuk NU sesuai dengan tujuan berdirinya pertama kali, dengan tetap mendahulukan para ulama-ulama.

“Sehingga kalau ada pertanyaan siapa warga Nahdlatul Ulama? Jawabannya, menurut dahulu kala, ada anggota alami dan ada organisasi. Anggota organisasi yaitu yang tercatat menjadi anggota, sedangkan yang alami adalah mereka yang mengikuti para ulama,” jelas Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang Kabupaten Rembang itu. (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: