Inilah Alasan Sahabat Nabi Tidak Merayakan Maulid

maulid-nabi0di-bojonegoro-640x420

Sumber: NU Online

Selasa, 15 Desember 2015

BOJONEGORO, ISLAMNUSANTARA.COM – Pendakwah kondang asal Bojonegoro, Jawa Timur, KH Anwar Zahid menuturkan alasan mengapa sahabat Nabi Muhammad SAW tidak merayakan Maulid. Alasan yang dikemukakan karena kecintaan sahabat kepada Rasul sudah terbukti sehingga tidak diadakan peringatan Maulid Nabi.

“Agar kita mengenal Rasul, dari perjalanan hidupnya. Maka perlu mengadakan acara seperti ini. Kalau tidak diadakan acara seperti ini, kapan kita mulai mencintai Nabi. Pepatah menyebutkan, tak kenal maka tak sayang,” papar Kiai Anwar di halaman Masjid Nur Rahmah Perum Magersari Sidoarjo, Sabtu (12/12) malam.

Untuk mendapatkan rahmat dan maghfirah Allah, modalnya adalah ittiba’ kepada Nabi dan menjalani perintah Rasulullah. Agar cintanya betul-betul menempel, harus didasari dengan rasa cinta.

”Dengan cinta, yang jauh menjadi dekat, dengan cinta yang berat menjadi ringan, dengan cinta yang murah dan rendah menjadi tinggi,” tuturnya.

Sahabat-sahabat itu merupakan saksi hidup perjalanan Rasulullah dan mereka telah mendapatkan bimbingan langsung dari Rasul. Bagi Sahabat, kenangan bersama Rasul telah teraktualisai dalam kehidupan mereka.

Pada kesempatan itu Kiai Anwar juga mengisahkan taman surga dalam kaitannya dengan majelis ilmu dan dzikir. Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, ketika kalian mendapati taman-taman surga maka bergabunglah. Majelis-majelis ilmu dan dzikir itu adalah taman surga Allah.

“Kita diingatkan agar cinta kepada Allah, Rasul dan cinta atas nikmat Allah. Di majelis seperti ini kita berkumpul dengan orang sholeh dan sholehah. Kalau sudah berkumpul dengan orang sholeh dan dekat dengan Allah, hati kita akan mampu meneladani sifat Rasulullah,” tutur Kiai Anwar.

Kiai Anwar menjelaskan alasan kenapa majelis ilmu dan dzikir diartikan sebagai taman surga. Menurutnya, karena dalam majelis tersebut dibacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an, shalawat Nabi Muhammad, yang langsung naik ke langit menembus sampai ke arsy (langit lapis tujuh).

“Kalau sudah cinta seperti ini, akan mendapatkan anugerah dua hal. Pertama panen rahmat dari Allah. Kedua, panen maghfirullah atau pengampunan dari Allah. Kedua ini menjadi target manusia hidup di dunia ini,” jelasnya.

 

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: