Inilah Lima Pernyataan PBNU dalam Forum Silaturrahmi Kebangsaan di Istana Merdeka

Rabu, 17 Mei 2017

ISLAMNUSANTARA.COM,  Jakarta – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengundang Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk hadir dalam forum Silaturrahmi Kebangsaan yang diselenggarakan di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (16/5).

Dalam kesempatan ini, Sekjen PBNU HA. Helmy Faishal Zaini hadir mewakili NU di Istana Merdeka pukul 14.00 WIB dan diterima oleh Presiden pada pukul 14.15 WIB.

Presiden membuka forum dengan menyampaikan situasi dan kondisi kekinian yang sedang dihadapi bangsa Indonesia. Pada kesempatan itu Presiden Joko Widodo mengajak seluruh tokoh lintas agama yang hadir untuk bersama-sama mendinginkan suasana melalui forum-forum di lingkup agama masing-masing.

Presiden juga secara eksplisit meminta tokoh lintas agama untuk berperan aktif dalam membangun semangat kebangsaan agar tercipta suasana yang aman, tenteram, dan kondusif.

PBNU menyampaikan sejumlah pernyataan dan imbauan untuk seluruh bangsa Indonesia, sebagai berikut:

  1. PBNU menegaskan kembali komitmen setia mengawal Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.
  2. PBNU mengajak semua pihak untuk menahan diri agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang menginginkan perpecahbelahan bangsa. Perbedaan harus bisa kita jadikan sebagai khazanah yang justru memperkokoh tali ukhuwah, bukan malah memecah belah. Ukhuwah wathoniyah (persudaraan sebangsa) harus tetap dijaga sebagai elemen pemersatu bangsa.
  3. Hentikan pertentangan yang berlarut-larut dan berkepanjangan. Sebagai Negara hukum kita harus menghormati proses hukum yang sedang berjalan, apa pun keputusannya.
  4. PBNU secara proaktif akan membangun halaqah kebangsaan dengan pelbagai elemen bangsa. Salah satunya dalam waktu dekat halaqah kebangsaan bersama PP Muhammadiyah.
  5. PBNU secara khusus mengajak kepada warga NU untuk membaca Doa Qunut Nazilah, memperbanyak dzikrullah dan Sholawat Nabi sebagai bagian dari ikhtiar doa bagi terciptanya suatu tatanan masyarakat Indonesia yang damai, aman, dan tenteram.

Dalam kesempatan tersebut, PBNU juga menyampaikan bahwa dinamika yang terjadi semoga menjadi bagian dari proses pematangan dalam berdemokrasi. Yakni, suatu perubahan yang diharapkan pada akhirnya akan memperkokoh rasa kebangsaan sebagai modal dalam upaya mensejahterakan masyarakat menuju masyarakat yang berkeadilan.

Dalam pertemuan itu, Presiden Joko Widodo didampingi oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Adapun tokoh lintas agama yang hadir di antaranya Ketua Umum MUI Pusat KH. Ma’ruf Amin, Ketua Konferensi Wali Gereja Indonesia Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, Ketua Persekutuan Gereja Indonesia Hanriette Hutabarat, Ketua Perwakilan Umat Budha Hartati Murdaya, Kutua Umum Perisada Hindu Dharma Indonesia Wisnu Bawa Tanaya, dan Ketua Majlis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia Uung Sandana Linggraja. (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: