Inilah Pernyataan Sikap Aliansi Bela Garuda Tolak kedatangan Felix Siauw di Yogyakarta

Minggu, 09 Juli 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Yogyakarta — Tradisi Syawalan dan momentum Lebaran merupakan momentum yang nyaman bagi para aktivis untuk mencari dukungan masa dan menyebarkan pahamnya tentang demokrasi sistem kufur dan penolakan sistem yang ada di Indonesia. Aktivis dan didikan HTI, Felix Yanuar Siauw pun tak ketinggalan menerima job-job dari kawan-kawannya untuk mengisi acara di mana-mana.

Di mana hari ini dan besok, kedatangan Felix ditolak lebih dari 5 organisasi kemasyarakatan, kini Aliansi Bela Garuda menolak kedatangan Felix yang rencananya akan datang ke Yogyakarta untuk mengisi acara di Masjid Syuhada pada Sabtu (29/7) akhir bulan ini.

Lagi-lagi penolakan ini bukan disebabkan karena penolak anti-Islam melainkan paham-paham yang dibawa oleh sang calon narasumber dan penceramah terbukti bertentangan dengan empat pilar Negara Indonesia. Proyek Khilafah Islamiyah yang dibawa oleh Felix dengan visi merombak total eksistensi kenegaraan dan visi kebangsaan yang selama ini sudah diwariskan oleh para ulama-ulama Nusantara.

Maka, Aliansi Bela Garuda (ABG) membuat PERNYATAAN SIKAP atas akan dihadirkannya Felix, sebagai berikut:

“Yogyakarta dikenal sbagai Miniatur Indonesia, yang Istimewa dan penuh toleransi, shingga hampir seluruh suku bangsa, agama dan kepercayaan dapat hidup rukun bersama di dalamnya.Yogyakarta juga merupakan kota perjuangan.

Dekrit Presiden yang menyatakan KEMBALI pada Pancasila dan UUD 45, juga diawali dengan SEMINAR PANCASILA I di Sasono Hinggil Dwi Abad.

Dengan latar belakang tersebut, maka sehubungan dengan rencana kedatangan ustadz Felix Siauw dalam acara syawalan di masjid Syuhada, pada tanggal 29 Juli 2017, Aliansi Bela Garuda menyatakan:

  1. MENOLAK kedatangan ustadz Felix Siauw yang merupakan tokoh HTI.
  2. Penolakan ini didasarkan pada kenyataan bahwa HTI secara de facto sudah dibubarkan oleh pemerintah, karena Anti Pancasila dan apapun bentuk kegiatan serta dalihnya, akhirnya HTI akan mengganti dasar negara Pancasila dan mendirikan negara khilafah.
  3. Meminta kepada pihak kepolisian untuk melarang kedatangan ustadz Felix Siauw dalam acara tersebut.
  4. Apabila ustadz Felix Siauw tetap memaksakan datang dalam acara tersebut, maka Aliansi Bela Garuda dengan seluruh elemen pendukungnya, akan mengadakan AKSI PENOLAKAN dan PENGUSIRAN terhadap ustadz Felix Siauw, pada waktu dan tempat yang sama.

Demikianlah Pernyataan Sikap ini kami sampaikan, untuk tetap menjaga ketenangan, kebersamaan dan keistimewaan Yogyakarta.”

Masyarakat Indonesia bukan tidak menerima adanya keberbedaan, tetapi keberbedaan yang mengarah kepada adanya penghancuran ideologi dan membuang warisan berharga para pendiri bangsa, maka siapa pun akan mendapat perlawanan. Bentuk perlawanan ini merupakan bentuk kecintaan masyaraka pada warisan berharga dari upaya-upaya yang mampu menghilangkan eksistensinya. Masyarakat harus membuka mata, agar tidak termakan oleh silaunya dalil-dalil yang dijadikan tempat berlindung oleh aktivis-aktivis HTI di Indonesia. (ISNU)

Sumber: harakatuna

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: