Inilah Sosok Kyai Sepuh yang Tetap Semangat Bela Negara dan Nasionalisme

Kamis, 28 Juli 2016,

ISLAMNUSANTARA.COM, PEKALONGAN – Perhelatan Konferensi Ulama dunia yang digagas oleh Habib Lutfi bin Yahya, dihadiri oleh tokoh-tokoh agama Islam di seantero dunia, dan juga dihadiri oleh ulama-ulama lokal. Salah satunya adalah KH. Sholeh Qosim Sidoarjo, beliau salah satu ulama sepuh Nusantara asal Jawa Timur. Beliau menghadiri konferensi bela negara yang di hadiri ulama ulama sufi nusantara dan dunia di Pekalongan. Meskipun sudah sepuh beliau punya semangat Nasionalisme yang kuat, karena bela Negara adalah kewajiban bagi setiap anak bangsa untuk turut ikut menjaga NKRI dari kekacauan. Oleh karena itu Teladanilah Semangat Bela Negara dan Nasionalisme yang ditunjukkan oleh KH Sholeh Qosim Sidoarjo ini. (Baca juga: Prof Yudian: Ikut Gerakan Menentang Negara Berarti Ciderai Jasa Pengorbanan Leluhur NU)

Senyum beliau menggambarkan ciri ulama Nusantara, yang ramah dan menyejukkan.

Kalau masih ada yang men-thaghutkan negara Indonesia, coba lihat senyum beliau, maka anda akan malu telah memusuhi negara Indonesia. Belum lagi anda melihat senyum Maulana Habib Luthfi yang selalu menanamkan nasionalisme pada generasi. (Baca juga: Konferensi Ulama Internasional Luruskan Makna Jihad dan Cinta Tanah Air)

Kini mata dunia telah tertujuh ke Indonesia, disaat dunia dihebohkan dengan perang saudara di timur tengah, maka Indonesia tampil menyebarkan nasionalisme dan nilai agama yang damai.

Bukan nilai agama yang dibolak balik, teroris dianggap mujahid, pengebom dapat sanjungan, ulama dianggap sesat, pemfitnah dianggap pendakwah, peziarah dianggap penyembah kubur, penghancur makam auliya’ disanjung sanjung. (ISNU)

One Response

  1. Untung Jidan29 Juli 2016 at 10:14 amReply

    Assalamu’alaykum wr wb

    Masya Allah.. tadi malam, malam Jumat beliu duduk di belakang saya, di ruang tunggu stasiun Pekalongan. Beliau di kawal oleh dua orang ‘santri”/ustadz (?). Bihaqqi Muhammadin wa alihi semoga beliau diberi kesehatan selalu dan berkah tersebar dari diri beliau kepada santri-santrinya… Amin.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: