INNALILLAH!!! Group “Tegakkan Sunnah” Isinya Full Hina Gus Dur

Jum’at, 04 Agustus 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta  – Gerakan radikal semakin merajalela, banyak cara mereka lakukan untuk melakukan aksi ektremisme. media sosial menjadi alat paling mudah untuk melakukan aksi radikal tersebut. salah satunya terdapat sebuah grup radikal di saluran WhatsApp bertajuk “Tegakkan Sunnah” bocor pada Kamis, 3 Agustus 2017. Banyak temuan dialog bengis nan lucu namun sunguh ironis.

Kebencian yang membuncah kepada sosok Gus Dur, NU dan lainnya sangat kental dan kentara di grup yang katanya menegakkan sunnah tersebut. Anak-anak santri yang tergabung di Arus Informasi Santri (AIS) Jawa Tengah harus ditendang secara beruntun oleh admin tanpa kesalahan. Hanya karena mereka NU, diremove. Padahal itu bukan grup khusus.

“Namanya lucu, tegakkan kok sunnah, saya malah pilih menegakkan yang wajib saja,” kata Anifa Hambali kepada Dutaislam.com, Kamis (03/07/2017) siang.

Para anggota grup inginnya membahas secara ilmiah sebagaimana saran admin, eh ternyata bahasa yang digunakan adalah bahasa comberiyah. “Gus Dur pendukung Inul agar goyang bok0ng gede ngebor terus”. Begitulah kalimat ilmiah tanpa arti yang ditulis Abu Suhail, pemilik nomor 085280779123. (klik nomor untuk kontak WA langsung tanpa save number Abu Jahal).

 

Gus Dur Dihina

Kontan saja ucapan Abu Suhail langsung ditanggapi negatif para santri AIS yang tergabung di sana dengan kalimat tanya, “Abu Jahal atau Abu Lahab yah?”. Ini screenshootnya:

Abu Jahal sedang ngamuk

Bukannya klarifikasi malah Abu suhail yang jadi admin grup langsung remove dengan meninggalkan kalimat, “Pendukung Gus Dur ini tak berakhlak. Tendang saja,” ujarnya.

Tak berhenti di situ, di jalur pribadi pesan WA, Abu Suhail malah makin meracau. Dia menyebut kalau yang ditendang itu adalah pendukung Gus Dur comberan, “diskusi sama mulut comberan gk bermutu”. Inikah akhlak penegak sunnahg? Duh duh, begitu cara sunnah ditegakkan? Hmm.

“Calm down aja. Orang kayak mereka itu gak bisa diimbangi dengan opini orang lain. Susah diajak guyon. Simak aja dulu. Kenali cara pikirnya. Baru diskakmat,” demikian komentar Hanan menanggapi grup yak nah tersebut. (ISNU)

Sumber: Dutaislam

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: