Islam Nusantara Ajaran Wali Songo

INS0012004001511220_Islam_Nusantara_Ajaran_Wali_SongoIslamnusantara.com – Baru kita sadar betapa indahnya ajaran Islam yang masuk ke nusantara ini dan di kawal oleh para wali-wali yang notabene adalah keturunan Rasulullah Saw.

Para wali yang berasal dari arab-persia tidak memaksakan budaya arab untuk diserap oleh masyarakat. Yang mereka bawa adalah ajaran dan ahlak, sehingga mereka begitu diterima dan dicintai. Para wali tidak meng-kafirkan masyarakat dengan budayanya, bahkan mereka masuk melalui budaya masyarakat.

Maka kita melihat keragaman budaya yang kental bernafaskan Islam mulai dari sastra, kesenian, arsitektur, shalawatan, macapat sampai wayang.

Apa yang dilakukan para wali, para empu, para anjengan, para tuan guru dengan penuh cinta terhadap kelangsungan budaya setempat inilah yang menjadikan Islam menyebar dengan cepat, Islam yang unik yang mempunyai akar tradisi yang kuat percampuran arab dan melayu.

Cepatnya pertumbuhan Islam nusantara inilah yang menjadikan Verenigde Oost Indische Compagnie atau disingkat VOC mewaspadainya dan pada akhirnya mengimpor budaya keras arab ke nusantara dan “disuntikkan” ke ulama2 dan raja2 binaan mereka dan membenturkannya. Maka kita membaca banyak sejarah tentang pembantaian umat Islam oleh “umat Islam” sendiri.

Hebatnya, kita masih bertahan sampai sekarang. Bisa dibilang ketahanan kebhinekaan nusantarra kita, bukanlah hal yang bisa kita serap dengan logika berfikir yang normal. Seperti ada “tangan-tangan” yang menjaganya. Tangan2 inilah yang terwujudkan dalam organisasi Islam besar Nahdlathul Ulama atau NU.

Perhatikan cara mereka dalam menjaga ikatan toleransi di negeri ini. Sungguh menakjubkan. Siapapun anda yang masih bisa hidup dan makan di negeri ini, wajib berterima-kasih kepada mereka. Tanpa kuatnya dan kentalnya budaya Islam yang mereka jaga dari Aceh sampai Papua, mungkin negara kita ini sudah bukan lagi negara kesatuan, tapi bisa jadi federasi.

Jadi ketika NU kemudian berupaya keras mengembalikan perwujudan Islam nusantara ini ke akarnya dari gempuran budaya impor arabisasi dengan jargon khilafah, kembali kita harus berterima-kasih kepada mereka. Ini masa2 sulit bagi mereka, karena merekapun digempur dari dalam.

Kita berdoa semoga mereka bertahan pada situasi akhir zaman ini, karena runtuhnya mereka adalah berkepingnya negara kita, seperti halnya apa yang terjadi di Libya. [INS] 

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: