Islam Nusantara Network, PBNU dan Habaib Serukan Persatuan dan Islam Damai

19 Maret 2016,

JAKARTA, ISLAMNUSANTARA.COM – Islam Nusantara Network (disingkat; INN) prakarsai pertemuan PBNU dengan para Habaib, INN adalah sebuah wadah anak muda bergerak dalam rangka untuk ikut sebarkan Islam damai dan Islam penuh cinta serta untuk imbangi berita-berita dari kelompok intoleran dan radikal, salah satu media dibawah naungan INN adalah IslamNusantara.com.

Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj mengajak para habib dan ulama serta seluruh warga NU untuk menjaga kekompakan umat.

pbnu“Umat Islam yang mayoritas di Indonesia harus bersatu padu. Jangan mudah dijerumuskan dalam kebodohan oleh pihak-pihak yang mengatasnamakan dakwah, tetapi justru mengumbar kebencian dengan tujuan memecah belah umat,” ujar Kiai Said dalam tausiyahnya pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di kantor pusat PBNU, Jakarta, Rabu (16/3) malam.

Pada acara yang dihadiri para habib se-Jabodetabek itu, ia menegaskan, Islam datang dengan rahmat dan mengajak manusia keluar dari kegelapan. “Bukan menaburkan kebencian dan fitnah,” ujarnya.

Menjaga kekompakan dan toleransi, menurut Kiai Said, merupakan hal yang sangat penting mengingat pada saat ini telah banyak pihak yang mulai berani menghina dan melecehkan sesama Muslim, tak terkecuali kepada para ulama.

Pada kesempatan itu, Kiai Aqil Siradj juga mengatakan, hubungan NU dengan para habib perlu terus diperkokoh, mengingat saat ini kita sedang menghadapi tantangan yang sama. “Kita sama-sama menghadapi bahaya radikalisme, wahabisme, dan terorisme,” katanya.

Secara umum, umat Islam di Indonesia pun menghadapi tantangan yang tak jauh berbeda. “Yang dari ‘kiri’ memengaruhi kita agar menjadi sekuler dan liberal. Yang dari ‘kanan’, mengajak kita radikal, ekstrem, serta membenci dan mengafirkan yang tak sepaham. Dua-duanya bahaya,” kata Kiai Said menuturkan.

Karena itu, ia menyeru umat Islam agar tidak terjebak atau tersesat dalam cara pandang dan tindakan seperti itu. “Karena demi Allah saya bersumpah, radikalisme ataupun terorisme itu bertentangan dengan agama Islam,” kata Kiai Said menegaskan.

Hal senada dikatakan Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faisal Zaini. Ia mengimbau umat tidak tergiring oleh kelompok-kelompok yang mengusung Islam untuk melakukan tindakan teror dan kekerasan. Imbauan ini penting mengingat banyaknya kelompok atau penganut aliran tertentu yang kerap menghasut dan menyebarkan kebencian.

“Pokoknya, seluruh (kelompok) yang mengajak untuk menggunakan kekerasan, teror, atau bahkan membunuh, itu pasti bukan agama. Apalagi Islam, yang semestinya diajarkan dengan damai dan menggunakan cara-cara yang bijak,” ujar Helmy seusai menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di kantor pusat PBNU, Jakarta.

Bila hendak belajar agama, khususnya Islam, ia meminta umat cermat dalam memilih guru. “Cari guru atau kiai yang jelaslah,” katanya mengucapkan.

Sementara untuk menangkal tindakan-tindakan radikal, Helmy mengharapkan sumbangsih dari pemerintah. “Intinya, jangan hanya mengandalkan upaya-upaya deradikalisasi dari NU saja, tapi pemerintah juga harus mengambil langkah tegas,” ujarnya.

Helmy mengungkapkan, ada dugaan bahwa terdapat aliran dana dari luar negeri untuk melanggengkan kelompok-kelompok teror di Indonesia. Dugaan ini, menurutnya, perlu mendapat perhatian pemerintah dan segera melakukan investigasi sehingga aksi-aksi teror dapat dicegah. (ISNU)

Sumber: Republika

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: