Islam Nusantara Network Prakarsai Pertemuan PBNU dan Habaib Se-Jabodetabek

18 Maret 2016,

JAKARTA, ISLAMNUSANTARA.COM – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bekerjasama dengan Islam Nusantara Network sebagai pemrakarsa acara pertemuan silaturahmi dengan habib se-Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Islam Nusantara Network didirikan karena melihat semakin keringnya rasa nasionalisme dan persatuan umat saat ini. Islam Nusantara Network bergerak dalam media, salah satunya www.IslamNusantara.com.

ISLAM NUSANTARA NETWORK

Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siraj mengatakan dalam pertemuan ini, para habib menyerukan agar para ulama dan tokoh agama bersatu padu menjaga kekompakan umat.

ISLAM NUSANTARA NETWORK DAN PBNU

Mengawali sambutan malam itu, KH. Said Aqil Siradj mengurai sejarah dan silsilah Nabi Muhammad yang memiliki anak turun hingga ke Indonesia yang lazim dipanggil Habib atau Sayyid yang dalam pandangannya Habib atau Sayyid adalah keturunan Nabi Muhammad. “Islam yang dibawa oleh Walisongo -yang sebagian besarnya adalah Sayyid- ke tanah Jawa dan pada perkembangan berikutnya dilanjutkan oleh KH. Hasyim Asyari dalam wadah NU dengan mengkombinasikan antara ajaran Islam dan nasionalisme. Itulah yang saat ini disebut sebagai Islam Nusantara, dan menjadi tema pada Muktamar NU ke-33 di Jombang kemarin”, imbuh Ketum PBNU ini.

“Umat Islam yang mayoritas di Indonesia harus bersatu padu, jangan mudah dijerumuskan dalam kebodohan oleh pihak-pihak yang mengatasnamakan dakwah akan tetapi justru dengan cara mengumbar kebencian dengan tujuan memecah-belah umat,” kata Said di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (16/3/2016) malam.

Ketum PBNU dan Habib Abdurrahman Bin BSAPBNU dan para habib menegaskan bahwa Islam datang menaburkan kedamaian umat, mengajak manusia keluar dari kegelapan menuju dunia ilmu yang terang benderang. PBNU juga menyerukan agar umat meningkatkan sikap rendah hati kepada ulama dan para guru, seraya senantiasa menjaga kesejukan dan suasana toleransi demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Komitmen ini sangat penting, mengingat sebagaimana diketahui belakangan banyak sekali pihak-pihak yang mulai berani terang-terangan menghina, mencaci bahkan melecehkan ulama dan habib,” lanjut dia.

Sementara Habib Husein Bin Hamid Al-Attas dalam sambutannya mewakili Habaib menjelaskan akan pentingnya persatuan untuk melawan gerakan radikalisme yang mengatasnamakan Islam yang justru memecah belah Islam dari dalam. “semangat dakwah Islam tidak boleh pudar. Namun harus diimbangi dengan semangat nasionalisme, bertoleransi, tidak saling menafikan” Terang Habib pemilik radio Silaturrahmi (RaSil) di Jakarta.

PBNU dan Habaib

Acara silaturahmi dihelat sebagai upaya untuk mempererat hubungan Habaib-PBNU dan sebagai ajang komunikasi kedua belah pihak ditengah guncangan fitnah yang dihembuskan oleh kelompok intoleran dan radikal yang berusaha memisahkan antara Habaib dengan NU. “Ibarat burung, Habaib dan NU adalah sepasang sayap dan tidak bisa bekerja terpisah. Dua sayap ini akan bekerja bersama membangun Indonesia yang lebih baik dan juga untuk mencetak kader generasi muslim moderat yang toleran dan mencintai tanah air.” Terang Husein Jafar tentang filosofi terbentuknya Islam Nusantara Network (INN). (ISNU)

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: