‘ISOMIL’ Cara PBNU Bela Negara dan Sebarkan Islam Ramah Dihadapan Dunia

Sabtu, 07 Mei 2016,

JAKARTA, ISLAMNUSANTARA.COM – PBNU kini sudah berumur 93 tahun dalam Usianya yang hampir satu Abad ini NU tetap Istiqomah dalam Bela Negara dan Suarakan Nasionalisme. Islam sebagaimana Rosulullah SAW ajarkan penuh dengan kearifan dan penuh kasih sayang.

Tantangan PBNU kini semakin berat, karena adanya gerakan-garakan yang ingin melemahkan NU sebagai Organisasi Islam Nasionalis tempat berkumpulnya para Ulama, mereka terus melakukan upaya untuk menghancurkan NU baik oleh orang atau kelompok, karena mereka tidak ingin perjuangan NU dalam Bela Negara dan sebarkan Islam Nasionalis.

PBNU dalam menghadapi kelompok anti nasionalis akhirnya mengeluarkan sebuah ide jitu yaitu “Islam Nusantara”, Islam Nusantara adalah sebuah metodologi dakwah Islam di Nusantara yang terwujud dalam suatu bentuk ajaran yang telah mengalami proses persentuhan dengan tradisi baik (‘urfun sahih) di Nusantara, dalam hal ini wilayah Indonesia, atau respon terhadap tradisi yang tidak baik (‘urfun fasid) namun sedang dan atau telah mengalami proses dakwah; amputasi, asimilasi, atau minimalisasi, sehingga tidak bertentangan dengan diktum-diktum syariah. Sementara penyesuaian khazanah Islam dengan Nusantara berada pada bagian ajarannya yang dinamis (syaqqun mutaghayyir atau ijtihadi), bukan pada bagian ajaran yang statis (syaqqun tsabit atau qath’i).

Saat ini PBNU ingin mengepakkan sayapnya keseluruh Dunia dengan membawa ide ‘Islam Nusantara’, sekali lagi Islam Nusantara itu bukan Madzhab dan bukan ajaran, sebagaimana dijelaskan oleh Ketum PBNU, KH Aqil Siradj.

Oleh karena itu PBNU ingin menjelaskan pada dunia bahwa “Islam Nusantara” adalah sebuah gagasan yang layak untuk ditiru dan dijadikan patokan bagi Negara lain sebagai alat tangkal gerakan radikalisme, teroriseme dan anti nasionalisme, karena kondisi di Timur Tengah semakin memanas, efek geopolitik ini bisa berimbas ke Indonesia dan Negara-negara lain, maka dari itu PBNU mengadakan sebuah acara International Summit of Moderate Islamic Leader (ISOMIL) yang akan diadakan pada tanggal 9-11 Mei 2016, yang akan dihadiri oleh ulama-ulama moderat dari penjuru dunia, ini langka jitu yang dilakukan oleh PBNU dan pemerintah, yang nantinya dalam pertemuan ini juga akan membahas masalah-masalah global dan regional, namun yang jadi fokus pertemuan nanti adalah masalah Radikalisme, Terorisme dan Kemiskinan Massal, dan tema yang diusung-pun adalah “Islam Nusantara Inspirasi dan solusi untuk peradaban Dunia”, jelas sekali bahwa PBNU serius untuk ikut menjaga stabilitas Negara dari gerakan-gerakan yang dapat membahayakan NKRI serta ikut menjaga wajah Islam ramah dan toleran dihadapan masyarakat internasional, inilah salah satu wujud nyata NU dalam Bela Negara dan ikut menjaga wajah Islam yang telah banyak dirusak citranya oleh kelompok-kelompok ekstrimis yang memakai kedok Islam, kata Kyai Said Aqil (07/05) saat ditemui di kantor pusat PBNU. (ISNU)

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: