Jaga Keutuhan NKRI, Ribuan Pendekar Silat di Jabar Gelar Istighosah

Kamis, 24 November 2016

ISLAMNUSANTARA.COM, Bandung – Dalam rangka menjaga keutuhan NKRI, Ribuan pendekar silat Pagar Nusa Nadhlatul Ulama se-Jawa Barat melakukan istighosah di Jalan Ir. J Djuanda atau Dago, Kota Bandung, dengan tujuan agar seluruh lapisan masyarakat bisa menahan diri dan tidak terpengaruh dengan isu-isu yang tidak jelas.

Mimih Haeruman, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pencak Silat Pagar Nusa Nadhlatul Ulama mengatakan, tingginya suhu politik saat ini dianggap telah mengoyak nilai kebhinnekaan, bahkan mengancam kesatuan dan persatuan bangsa. Kegiatan tersebut juga mengajak rombongan Pondok Pesantren Al-Munawwaroh yang dipimpin oleh Deden Fakhrurozi.

“Kami meminta kepada semua stakeholder bangsa untuk dapat menahan diri dan mengedepankan sikap persatuan dan kesatuan, serta menjunjung tinggi Pancasila sebagai dasar pengikat yang mengokohkan kehidupan berbangsa dan bertanah air,” ungkap Haeruman dalam rilisnya, Rabu (23/11/3016).

Para pendekar juga meminta kepada Presiden RI Joko Widodo, untuk bersikap responsif terhadap segala reaksi dan aspirasi yang ditimbulkam oleh umat Islam di Indonesia yang menuntut tegaknya hukum dan keadilan di negara ini.

“Kami menuntut tegaknya hukum serta keadilan, serta bertindak tegas dan sigap dalam melindungi keyakinan beragama yang tidak boleh di intervensi oleh suatu agama yang lain,” lanjutnya.

Menurutnya perlu ada instropeksi diri dari masing-masing elemen masyarakat. Komitmen menjaga NKRI harus dipegang teguh. Para pendekar silat Pagar Nusa Nadhlatul Ulama juga menyerahkan sepenuhnya kepada TNI yang dianggap mampu menyatukan Indonesia.

“Kami serahkan kepada TNI yang memiliki integritas dan jiwa nasionalisme yang tinggi, yang mampu menjaga keutuhan NKRI. Dan kami para pendekar pencak silat siap membantu di belakang TNI,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Haeruman, pihaknya menyampaikan pesan kepada Kapolri beserta jajaran kepolisian agar lebih cepat mengambil langkah hukum dan menindak tega para pelaku penistaan agama, khususnya Alquran.

“Jangan sampai hanya karena seseorang yang mau berniat memecah belah bangsa membuat rasa nasionalisme menjadi hilang,” pungkasnya. (ISNU)

Sumber: Detik.com

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: