Jangan Ragukan Nasionalisme Warga NU

Kamis, 29 September 2016,

ISLAMNUSANTARA.COM, JAKARTA – Pada prinsipnya keberadaan agama Islam, atau mungkin juga agama lainnya seperti di Indonesia, adalah dianut untuk mewujudkan kemaslahatan umum. Individu penganut agama apa pun tidak dibenarkan, baik menurut agama yang dianutnya maupun akalnya, menggunakan agamanya untuk segala hal yang dapat mengganggu dan menghalangi terwujudnya kemaslahatan umum tersebut. Misalnya, dengan tidak lagi mempertentangkan secara diametral hubungan agama dan negara, karena yang demikian itu selain akan menimbulkan disharmonisasi antar penganut umat seagama dan atau antar penganut agama juga membuka peluang pada disintegrasi bangsa.

nasionalisme-santri

 

Sepatutnya setiap ajaran agama yang diyakini kebenarannya oleh masing-masing penganutnya tidak dijadikan sebagai dalih untuk setiap hal yang bisa merusak hubungan kemanusiaan, apalagi untuk hal yang nyata-nyata membahayakan kemanusiaan. Kebenaran universal yang diajarkan oleh setiap agama dan akal sehat siapa pun tidak akan pernah membenarkan setiap tindakan kekerasan atas nama agama yang dianutnya, lebih-lebih jika untuk memporak-porandakan negara sebagai “rumah besar bersama” setiap kaum beragama.

Dalam konteks Indonesia, nasionalisme umat beragama perlu terus menerus digaungkan sebagaimana dipelopori oleh para kyai pesantren di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU). Sebab, nasionalisme Indonesia itu selain melindungi kemajemukan yang diajarkan oleh Islam juga tidak bersifat menghalangi dan bahkan menjamin setiap warganya untuk mengamalkan ajaran agamanya. Yakni nasionalisme yang mengajarkan betapa pentingnya pengakuan atas kemajemukan, namun berupaya secara terus menerus agar berada dalam bingkai persatuan untuk secara bersama mewujudkan bangsa yang diliputi oleh kebaikan, keadilan dan kemakmuran (baldatun tayyibatun wa rabbun ghafur).

Bagaimanapun negara ini adalah rumah bersama yang ketenangan warganya tidak boleh digaduhkan oleh egoisme salah seorang pun dari penghuninya, meskipun dengan alasan agama sebagaimana menuruti apa yang dipikirnya benar. (ISNU)

Seumber: Akun Facebook Ahmad Ishomuddin

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: