KBRI Indonesia dan Pejabat Suriah Hadiri Tiga Tahun Wafatnya Syeikh Al-Buthi

30 Maret 2016,

DAMASKUS, ISLAMNUSANTARA.COM – Peringatan tahun ketiga wafatnya Prof Dr Muhammad Said Ramadhan al-Buthi, ulama terkemuka Suriah, berlangsung meriah di Auditorium Universitas Damaskus, Damaskus, Suriah. Para ulama dan petinggi negara setempat hadir memberi hormat Imam Masjid Besar Umayyah Damaskus yang syahid akibat serangan bom bunuh diri ini.

Bagian Penerangan, Sosial dan Budaya (Pensosbud) KBRI Damaskus kepada NU Online melaporkan, acara yang digelar Senin (28/3) tersebut dihadiri sekitar dua ratus orang, termasuk tokoh Suriah seperti Menteri Kebudayaan Suriah Dr Essam Khalil, Dubes RI Damaskus Djoko Harjanto, Dubes Iran, serta para akademisi, ulama, mahasiswa, masyarakat dan para undangan lainnya.

Para pembicara dalam acara tersebut adalah Dr Badie Lahham atas nama murid almarhum; Dr Taufik Ramadhan al-Buthi, putra tertua almarhum sekaligus Ketua Persatuan Ulama Syam, mewakili keluarga almarhum; Rektor Universitas Damaskus Dr Muhammad Hasan Kurdi, Menteri Wakaf Suriah Dr Muhammad Abdul Sattar al-Sayyed, dan Menteri Pendidikan Tinggi Suriah Dr M Amer Mardini.

Dalam testimoni mereka memuji Syekh Said Ramadhan al-Buthi sebagai tokoh dengan jasa yang luar biasa kepada masyarakat Suriah. Terbunuhnya al-Buthi oleh kelompok garis keras pada 21 Maret 2013 dinilai tak bisa membungkam semangat juang dan ilmu-ilmunya.

Peringatan haul kali ini juga menjadi momen peluncuran dalil “warisan” Syekh Muhammad Said Ramadhan Al-Buti yang berisi pelajaran, khutbah, rekaman acara televisi, video, audio dan buku-bukunya yang dapat diakses melalui media sosial: naseemalsham.com/app, facebook.com/sh.albouti, facebook.com/albouti.e (untuk bahasa Inggris)  dan youtube.com.naseemalshami.

Imam Syahid Muhammad Said Ramadan Al-Bouti yang lahir pada tahun 1929 dikenal sebagai ulama moderat berjuluk “Guru dari Tanah Syam” atau “Syaikh of the Levant.” Ia juga dikenal sebagai pakar dalam berbagai disiplin ilmu agama dan menulis lebih dari 60 buah buku keilmuan Islam dalam bidang syariah, akidah, tasawuf, sejarah, dakwah dan pengajian Islam. Buku-bukunya banyak diterjemahkan ke sejumlah bahasa asing, termasuk bahasa Indonesia. (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: