Kepala STISNU Ajak Masyarakat Teladani Toleransi Gus Dur di Tahun Baru

Senin, 02 Januari 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Tangerang – Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang KH Baijuri Khatib mengatakan bahwa setiap pergantian tahun, sebagian masyarakat larut dalam uforia. Sebagai lembaga akademis pergantian tahun harus menjadi refleksi (muhasabah) diri. Mengingat dipenghujung tahun bangsa kita mendapatkan ujian tentang keberagamaan.

Hal itu disampaikan kiai Baijuri saat ditemui di sela acara Urun Rembug Kiai Penjaga NKRI, Sabtu (31/12) di STISNU Nusantara Tangerang.

“Persoalannya, yang hari ini ramai adalah orang selalu mengait-ngaitkan pada akidah. Misalnya, ramai di media sosial terompet itu tradisi Yahudi atau Petasan itu tradisi agama lain. Itu terlalu dieksploitasi. Kalau bahasa anak mudanya, lebay,” ujarnya.

Menurutnya, pergantian tahun baru jangan dikaitkan dengan akidah.“Bahwa kita harus mengarahkan anak-anak kita dalam uforia pergantian tahun itu, iya. Kita arahkan pada hal-hal yang lebih positif, seperti tahlilan, berdzikir, dan lainnya.Tapi juga, jangan mengaitkan perayaan tahun baru dengan keyakinan,” pesannya.

Ia menjelaskan, Gus Dur sudah mengajarkan toleransi kepada Nahdliyin dan Indonesia.Toleransi yang diajarkan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) hanya pada tatanan sosial. Walaupun Gus Dur pernah mengikuti kegiatan keagamaan agama lain, itu jangan dimaknai Gus Dur menggadaikan akidah.

“Tujuan besar dalam toleransi Gus Dur adalah tentang kebangsaan. Kita harus dapat membedakan wilayah progam dan wilayah sakral seperti yang telah diajarkan Gus Dur,” jelasnya.

Keteguhan dan menempatkan diri itu yang sulit ditiru dari sosok Gus Dur. Ia mencontohkan, ketika Gus Dur membela minoritas tidak dalam konteks memanfaatkan. Tapi memang Gus Dur membela kelompok yang betul-betul harus dibela. Gus Dur tidak memanfaatkan toleransi untuk kepentingan-kepentingan pragmatis.

“Saat ini kita sulit mencari tokoh seperti Gus Dur. Perjuangan dan kiprah Gus Dur harus menjadi refleksi pergantian tahun bagi anak-anak muda NU,” pesannya. (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: