Keprihatinan Gus Yahya Terhadap Perkembangan Dunia Islam Saat Ini

Minggu, 4 September 2016

ISLAMNUSANTARA.COM, Rembang – Salah satu Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengungkapkan keprihatinannya terhadap perkembangan dunia Islam saat ini. Menurutnya, konflik dan bencana-bencana besar kemanusiaan terjadi di sebagian besar wilayah Islam.

“Dunia Islam saat ini sedang bergolak luar biasa. Peperangan dan bencana-bencana besar kemanusiaan terjadi di sebagian besar wilayah Islam. Di Timur Tengah, Afrika, dan anak benua Asia yaitu Pakistan dan Banglades,” kata Sekertaris umum di depan 217 mahasiswa baru STAI Al-Anwar Sarang Kabupaten Rembang pada kuliah umum di kampus setempat, Jumat (2/9).

Di Timur Tengah saja saat ini perang sudah berlangsung paling tidak sejak tahun 80-an. Mulai dari perang Iran-Irak, perang teluk pertama, disusul perang Afganistan dan seterusnya sampai sekarang. Yang terakhir ini saja perang Syiria. Ini baru berlangsung lima sampai enam tahun. Korbannya sudah kurang lebih 300 ribu jiwa.

Gus Yahya ini menambahkan, dari sekian banyak yang menjadi korban itu, 80 persen adalah sipil yang tidak ikut berperang. Mereka adalah korban peluru tersasar, korban letusan bom dan sebagainya. Dari 80 persen itu dua per tiganya adalah perempuan dan anak-anak. Sementara 12 juta orang kehilangan tempat tinggal.

“Dari 12 juta itu mereka ingin lari karena mereka merasa tidak ikut perang. Tapi hanya lima juta saja yang berhasil lari dari medan pertempuran. Yang tujuh juta tidak bisa pergi dari Syiria. Mereka hidup kacau balau mengindari bom dan peluru untuk menyelamatkan diri. Padahal di antara mereka ada anak-anak, ibu-ibu, jompo dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Ini baru perang Syiria, lanjut Gus Yahya, dengan beberapa macamnya dengan adanya ISIS dan lain sebagainya. Sementara di Afrika, Tunisia, Libia sejak revolusi kemarin sampai hari ini belum selesai. Masih kacau mereka belum menemukan penyelesaiannya. Mesir masih tanda Tanya. Mesir sampai hari ini hidupnya hanya dari nafaqah Saudi.

Ia menganggap bahwa munculnya terorisme belakangan ini sebetulnya merupakan puncak gunung es yang terjadi karena kegelisahan dalam dunia Islam itu sendiri dengan kenyataan-kenyataan baru saat ini.

“Dari situ orang Islam berpikir bagaimana mengatasi hal ini. Pilihannya banyak, di antaranya yang dilakukan oleh para ekstremis, teroris, ISIS dan lain sebagainya. Melalui jalan perang. Tetapi hal itu kurang tepat dalam penyelesaian masalah,” terangnya. (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: