KEREN!!! Google-Youtube Gandeng “Wahid Institute” Bungkam Konten Radikalisme

Selasa, 08 Agustus 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – Seruan pemerintah Indonesia kepada raksasa teknologi, Google dan Youtubeagar ikut membungkam konten hoax akhirnya mendapat jawaban. Dalam waktu dekat, warganet tak bisa lagi bebas mengunggah konten negatif berupa kabar palsu atau konten mengandung radikalisme di dunia maya. Ditambah lagi mencari konten negatif ini di internet pun akan semakin sulit.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, mengatakan ada terobosan baru untuk menangkal kabar palsu dan kabar berisi radikalisme yang sudah disiapkan raksasa mesin pencari, Google. Perusahaan tersebut diketahui tengah mengembangkan dua fitur untuk menangkal konten hoax dan penebar kebencian berupa trusted flagger dan legal remover. Trusted flagger berfungsi untuk melaporkan konten negatif, sedangkan legal remover untuk menandai konten yang dilarang di Indonesia.

Director Public Policy and Government Affairs Google Asia Pasifik untuk wilayah Asia Tenggara dan Tiongkok, Ann Lavin, mengatakan sistem ini baru dilakukan konsultasi publik. Sistem ini baru bisa dijalankan 2-3 bulan mendatang. Dalam pelaksanaannya, seluruh proses akan dilakukan secara transparan.

“Setiap tanda (trusted flag) yang diberikan akan kami analisis untuk memastikan apakah konten itu sesuai dengan laporannya. Kami juga melibatkan pihak lain, seperti Wahid Institute dan ICT Watch,” kata Ann.

Dia mengatakan sistem trusted flagger dan legal remover ini baru diterapkan di Amerika Serikat dan sejumlah negara di kawasan Eropa. Indonesia menjadi negara pertama di Asia yang akan menerapkan sistem tersebut.

Apa itu konten negatif? Yang termasuk konten ini adalah konten-konten bermuatan SARA, hate speech, terorisme, dan berbau radikalisme. Konten berisi kabar palsu (hoax) pun termasuk ke dalam kategori konten negatif. (ISNU)

Sumber: Duta.co

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: