Kerjasama Indonesia-Uni Eropa Dukung Palestina

Jum’at, 15 Desember 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Brussels – Pertemuan antara Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dengan Komisioner Uni Eropa untuk Bidang Luar Negeri dan Keamanan Federica Mogherini berlangsung konstruktif.

Keduanya membahas isu pengakuan Yerusalem yang oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, sebagai Ibu Kota Israel. Dalam konferensi pers bersama di Brussels, Belgia, Kamis 14 Desember 2017 Mogherini memaparkan bahwa dirinya kerap membahas isu-isu global yang dihadapi saat ini termasuk situasi di Timur Tengah.

Mogherini menjelaskan bahwa Menlu Retno baru saja menghadiri KTT Luar Biasa OKI di Istanbul, Turki. Sementara Uni Eropa baru saja menerima Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson.

“Kami berbagi pandangan mengenai situasi di Yerusalem. Saya menjelaskan posisi terkonsolidasi dari Uni Eropa. Kami yakin bahwa solusi realistis dari konflik Palestina Israel adalah didasarkan solusi dua negara, negara Palestina dan negara Israel. Di mana Yerusalem menjadi ibu kota kedua negara berdasarkan garis batas yang disetujui pada 1967,” ujar Mogherini seperti disitat dari video Kementerian Luar Negeri RI yang diterima Medcom.id, Kamis 14 Desember 2017.

“Menlu dan saya sepakat kita harus bekerja sama untuk mencapai solusi ini dan juga menciptakan kerja sama internasional yang benar untuk mendorong lagi negosiasi langsung. Tentunya dengan agenda politik yang jelas, yakni solusi dua negara, di mana Yerusalem adalah ibu kota dari kedua negara (Palestina dan Israel). Kami juga akan melakukan kontak untuk mendukung suara moderat yang diupayakan di kawasan,” imbuhnya.

Satu hal yang menjadi perhatian dari Menlu Retno dan Mogherini adalah isu ini masih memiliki tantangan. Namun mereka mempunyai tujuan sama, agar masalah ini tidak berubah menjadi isu agama.

Menlu Retno dalam pernyataannya sangat menghargai sikap Uni Eropa yang memberikan dukungan untuk Palestina. Menurutnya Indonesia dan Uni Eropa memiliki kerja sama komprehensif. Kedua belah pihak bisa menggunakan berbagai platform untuk memperkuat hubungan bilateral dan membahas berbagai isu penting.

Mantan Dubes RI untuk Norwegia itu juga menjelaskan bahwa dalam pertemuan KTT Luar Biasa OKI di Istanbul, seluruh anggota OKI bersatu menolak dan mengecam pengakuan AS terhadap Yerusalem.

“Pengakuan itu melanggar hukum. Kedua kita sepakat membuat palestina sebagai isu utama dalam hubungan kerja sama. Anggota OKI juga memegang teguh pembentukan perdamaian melalui solusi dua negara dan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina,” ujar Menlu Retno.

“Kami mengajak Uni Eropa dan semua negara mengakui Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina. Kami terbuka pada dukungan yang diberikan komunitas internasional dan kami sangat mengapresiasi keputusan Uni Eropa untuk masalah Yerusalem,” pungkas Menlu perempuan pertama Indonesia itu.

Tak lupa Menlu menyampaikan bahwa Indonesia membuka diskusi dengan Uni Eropa mengenai masalah Palestina. Selain itu Indonesia juga mengundang negara-negara Uni Eropa untuk berkomitmen untuk memperkuat kerja sama dengan palestina, terutama di bidang pembangunan, bantuan teknis dan lainnya.

“Sama seperti yang dikatakan Federica (Mogherini), Indonesia berusaha aktif dalam membantu apapun yang kami bisa untuk mendukung Palestina. Palestina merupakan masalah penting dalam politik luar negeri Indonesia. Makanya Indonesia akan selalu bersama dengan Palestina,” tegasnya.

“Sekali lagi saya apresiasi kehadiran Uni Eropa atas masalah Yerusalem dan dukungan untuk Palestina,” tutupnya. (ISNU)

Sumber: Metrotvnews

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: