Ketika Gus Dur Ungkap Dua Rahasia Mbah Maemoen

Minggu, 16 April 2017

ISLAMNUSANTARA.COM – Saat itu, saya mendampingi Gus Dur menghadiri acara Harlah Ponpes Al-Aziziyah Jombang. Gus Dur sempat berbisik ke saya bahwa Kiai Aziz Masyhuri (penyelenggara acara) merupakan orang tekun dan teliti.

Usai memberi sambutan, Gus Dur kembali berbisik, “saya punya dua rahasia tentang Kiai Maemoen Zubair”.

Saya bilang, “Bapak berkenan mendengar Ceramah Mbah Moen atau mau pulang duluan?”.

“Nah, rahasia pertama: Kiai Maimoen ini orangnya sangat alim, seorang fakih yang rendah hati. Saya mau mendengarkan beliau,” jawab Gus Dur sambil minta diambilkan kacang rebus kesukaannya.

Tetapi baru 15 menit Mbah Moen memberi tausiah, Gus Dur minta meninggalkan tempat. Saya matur untuk pamit ke Kiai Aziz.

Di dalam mobil saya tanya Gus Dur sambil bercanda, “Bapak itu tidak konsisten. Katanya mau dengar dulu Mbah Moen. Eh, minta kundur (pulang)?”.

Gus Dur tertawa dengan khas dan menjawab, “saya itu selalu konsisten dalam ketidak-konsistenan. Hahaa. Perubahan itu keniscayaan yang harus disikapi dengan cepat, cerdas dan strategis. Lagi pula saya mau kasih rahasia kedua Kiai Maimoen”.

“Apa itu, Pak?”, tanya saya penasaran.

“Kiai Maimoen ini orangnya sangat pintar, tabahhur bi ulumih (ilmunya menyamudera), tapi saking pintar dan ikhlas kalau memberikan tausiah suka panjang, berjam-jam. Anda gak akan kuat. Hehe.”.

Subhanallah. Ila Hadratil Gus Dur dan Kiai Aziz. Al Fatihah. (ISNU)

Sumber: Dutaislam

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: