Ketika Mbah Moen Doakan Khalifah dan Pilar Empat dalam Halaqah Alim Ulama

Sabtu, 15 Juli 2017

ISLAMNUSANTARA.COM,  Jakarta – Nikmat yang besar adalah negara Republik Indonesia negara kesatuan yang berdasarkan Pancasila. Hal itu disampaikan oleh KH Maimoen Zubair (Mbah Moen) pada saat berdoa penutup di Halaqah Alim Ulama yang digelar Majelis Dzikir Hubbul Wathon di hotel Borobudur Jakarta, Kamis malam (13/7).

Mbah Moen mengatakan, segala apa pun adalah menurut kehendak Allah. Segala apa pun berada dalam kudrat iradat Allah.

“Kau menjadikan bangsa kami alhamdulillah menjadi bangsa yang benar-benar menjadi tuntunan setelah sudah runtuhnya khalifah-khalifah,” katanya.

Menurut Mustasyar PBNU ini, khalifah yang diberikan adalah empat. Sedangkan yang empat itu adalah hal yang harus dirujuk.

“Kita mempunyai pilar yang empat, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan yang akhir Undang-Undang 1945,” lanjutnya.

Ia berharap pilar empat itu menjadikan ketenteraman, kebahagiaan, kestabilan, kenikmatan, kembali kepada adalatul umara, kepada ilmul ulama, dan kepada syakhawatul aghniya, dan terakhir dua’ul fuqara.

“Fuqara yang Kau maksud adalah hamba-hamba-Mu, wali-wali-Mu, yang Kau tidak tolak doanya,” lanjut pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang itu.

Kita beristighfar kepada-Mu, katanya, dan kemudian minta istighatsah kepada-Mu, kemudian wasilah kepada-Mu, nabi-nabi-Mu, wali-wali-Mu.

“Kuatkanlah persatuan bangsa kami, persatuan bangsa kami ini sehingga mempunyai pilar empat sebagaimana yang Engkau firmankan bahwa awal kali Kau bina di bumi ini adalah mempunyai pilar empat yaitu ka’bah.”

Halaqah yang diinisiasi Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin itu dihadiri Presiden RI Joko Widodo, Wakil Rais ‘Aam PBNU KH Miftahul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan sekitar 700 ulama. (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: