Ketika Putri Bungsu Gus Dur Bacakan Puisi Kebudayaan

Jum’at, 30 Desember 2016,

ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – Inayah Wahid sang putri bungsu Almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), ikut mengisi acara Sarasehan Media dan Rembug Budaya yang digelar oleh Lembaga Seni Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama (Lesbumi NU) dan media-media NU di lantai 8 gedung PBNU Jakarta, Kamis (29/12).

Inayah Wahid yang diminta untuk membacakan puisi disambut antusias berupa oleh hadirin dalam kegiatan tersebut. Dalam pengantar puisinya, Inayah Wahid menjelaskan kenapa puisi ini dibuat dan tujuannya untuk apa.

Menurutnya, awalnya agak malas untuk membacakan puisi ini. Puisi ini buat yang sumbunya panjang, bukan sumbu pendek. Tawa hadirin langsung pecah seakan mengetahui maksud Inayah.

“Puisi ini penting dalam kaitannya dengan kebudayaan,” katanya.

Lanjutnya, sekarang jiwa kanak-kanak hilang, jiwa becanda dan permainannya hilang. Yang nampak dipermukaan itu serius, marah, kaku.

“Semua-semua marah, semua-semua salah, tidak bisa membedakan antara yang sebenarnya becanda atau bukan, pokoknya semuanya dianggap salah,” tegas Inayah.

Tahun lalu dalam Haul Gus Dur, katanya, ada budayawan yang bilang bahwa salah satu kejahatan rezim-rezim yang lalu karena mereka menghabisi kemampuan masyarakat Indonesia untuk berimajinasi. “Saya sepakat,” tegasnya.

Dan menurut saya, lanjutnya, hal itu tugas bagi pelaku-pelaku budaya untuk mengembalikan budaya humor, bermain, dan imajinasi.

“Semoga kita bisa becanda untuk merayakan hidup,” pungkasnya. (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: