Ketua LDNU Bogor: Abdurrahman bin Muljam Bunuh Sayyidina Ali karena Berita Hoaks

Selasa, 05 Juni 2018
ISLAMNUSANTARA.COM, Bogor – Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Bogor, Kiai Ahmad Ikrom dalam status facebook-nya menyatakan bahwa hari Senin (4/6) kemarin bertepatan dengan tanggal 19 Ramadhan. Jika kita membuka lembaran sejarah, maka kita akan teringat pada peristiwa sadis terbunuhnya intelektual Muslim dari golongannya sahabat, yaitu Sayyidina Ali bin Abi Thalib yang dibunuh secara kejam oleh Abdurrahman ibnu Muljam.

Ibnu Muljam dikenal sebagai orang yang taat dalam beribadah, shalat, puasa dan bahkan hafal Al-Qur’an. Tapi sayang bacaannya tidak masuk kecuali sebatas sampai batas kerongkongannya. Sehingga mudah termakan oleh berita hoaks yang telah disebarkan oleh kaum Khawarij.

Mereka menebarkan hoaks yang menyatakan bahwa Sayidina Ali bin Abi Thalib itu pemimpin yang munafik, kafir dan musyrik. Rupanya Ibnu Muljam belum puas terhadap jawaban Sayidina Ali yang menjawab kaum penentangnya, “Kalimatu haqqin yuridu biha albathil.” Yang dibicarakan Khawarij itu betul bunyi ayat-ayat Al Qur’an. Tapi mereka tidak pernah paham kalau perdamaian itu justeru esensi dari ajaran Islam.

Kiai Ahmad Ikrom yang akrab disapa Kang Ahmad menekankan pentingnya Nahdliyin mengkaji sejarah sahabat Nabi. Tentu kajian seperti itu harus mengikuti arahan dan bimbingan para masyayikh NU. Kang Ahmad berharap dengan menyelami peristiwa syahidnya Sayidina Ali bin Abi Thalib, semoga menyadarkan umat Islam zaman now untuk tidak mudah menyebar fitnah dan hoaks.

Begitu juga para pembaca diharapkan menjadi insan cerdas, tegas meneliti berita dan informasi yang diterima baru berjuang melakukan sharing berita positif demi damainya Indonesia dan dunia. Allah SWT dalam Surat And Nahl Ayat 125 berfirman, “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhannya dengan hikmah dan pengajaran yang baik dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhan-nya, Dia lah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dia lah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.” (ISNU)
Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: