Ketua Lesbumi PBNU: Islam Baru Diterima Penduduk Nusantara Setelah 800 Tahun

Minggu, 30 Juli 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – Membutuhkan waktu yang sangat lama Agama Islam bisa diterima oleh penduduk Indonesia. kira-kira 800 tahun Islam kemudian diterima, terutama di Jawa, ketika disebarkan Wali Songo dengan pendekatan budaya.

Demikian disampaikan oleh Ketua Lesbumi PBNU KH Agus Sunyoto, pada pada Silaturahim Kebudayaan di gedung PBNU, Jakarta, Jumat (28/7) bertema “Meneguhkan Kebudayaan, Memperkuat Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia” yang digelar Lesbumi PBNU.

Menurut dia, tahun 670 orang Arab telah datang Nusantara pada zaman Kerajaan Kalingga. “Tapi setelah itu tidak ada informasi lagi Islam berkembang dianut pribumi,” katanya.

Marco Polo, ratusan tahun kemudian, pada tahun 1292 singgah di Pelabuahn Perlak, Aceh. Ia mengatakan, di pelabuhan itu ada penduduk China, semuanya beragama Islam. Penduduk pribumi masih menyembah batu, pohon, di goa-goa. Artinya belum muslim.

Seratus tahun kemudian, Laksamana Cheng Ho dari China yang telah memeluk Islam bersama pasukannya tiba di pelabuhan Tuban. Ia menemukan China Muslim. Singgah di Gresik, bertemu China Muslim.

Cheng Ho memerintahkan pasukannya untuk mgnhitung penduduk China Muslim itu. “Di Gresik ada 1000 kepala keluarga di situ. Di surabaya ada 1000 keluarga.

Pada 1443, Cheng Ho yang sudah tua, untuk ketujuh kalinya datang kembali ke Nusantara. Ia mengajak seorang juru tulis, Ma Huan. Ia dan pasukann singgah di pelabuhan pantai utara Jawa mulai Cirebon, Tegal, Semarang, Jepara, Tuban.

Menurut laporan Ma Huan, di pantai utara Jawa waktu itu ada tiga golongan penduduk. Pertama, orang-orang china Muslim. Kedua, orang-orang Persia dan Arab yang juga beragama Muslim. Dan ketiga, penduduk pribumi yang kafir.

“Pribumi itu belakangan masuk Islam setelah Wali Songo,” tegasnya. (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: