Ketua PWNU Jateng: Bukan Hanya Muallim, Guru Juga Harus Jadi Murabbi

Sabtu, 27 Mei 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Jepara – Ketua Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Abu Hafsin baru-baru ini, mengutip tiga fungsi pendidikan yang dikemukakan akademisi asal India, Naquib. Kutipan tersebut disampaikan saat menghadiri  harlah Yayasan, Haul Masyayih dan Reuni Yayasan Walisongo Pecangaan Jepara.

Beliau mengatakan bahwa fungsi pendidikan itu mencakup tiga hal; taklim, tarbiyah dan ta’dib. Ta’lim sebagaimana penjelasan akademisi UIN Walisongo Semarang itu adalah proses transfer ilmu pengetahuan sedangkan yang kedua tarbiyah yang berasal dari Rabba yurabbi artinya mendidik.

“Guru harus jadi murabbi bukan hanya menjadi muallim,” ungkapnya kepada jamaah yang hadir di halaman MA Walisongo Pecangaan ini.

Abu menegaskan, lembaga pendidikan yang tidak menerapkan fungsi murabbi (mendidik) maka kenakalan remaja tak bisa diantisipasi. Adapun yang ketiga, fungsi pendidikan ialah tempat terjadinya peradaban dimulai.

NU dan Pesantren

Dalam kesempatan itu, Kiai Abu memaparkan bahwa NU tanpa pesantren tidak ada apa-apanya. “NU dan pesantren tidak dapat dipisahkan,” jelasnya.

Justru majunya terletak di pendidikan. Kawan dia, pengurus PW Muhammadiyah Jawa Tengah, Tafsir punya keinginan mendirikan pesantren seperti NU tapi tidak begitu berhasil.

Akan tetapi, Jika NU lanjutnya beda, NU mendirikan pesantren jadi pesantren, mendirikan sekolah jadi sekolah. “NU sekolah OK, pesantren juga OK,” sanjungnya.

“Kita patut bangga perguruan tinggi NU Unisma Malang sudah membuka fakultas kedokteran. Sekarang disusul Unwahas juga membuka fakultas yang sama,” puji Abu lagi.

Perkembangan itu imbuhnya juga disusul oleh Unisnu, UNU Purwokerto, UNU Kebumen dan kampus NU yang lain. Hal itu menunjukkan kualitas pendidikan NU tidak kalah dengan pendidikan lembaga yang lain. (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: