Ketum GP Ansor: Banser Harus Jadi Tulang Punggung Persatuan di Papua

Minggu, 16 September 2018

ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas menaruh harapan besar terhadap kader-kader Banser di Papua untuk turut menjaga keutuhan Papua di tengah ancaman sekelompok pihak yang berupaya mengusik ketenteraman dan persatuan Papua saat ini.

Tekad dan instruksi Gus Yaqut, sapaan akrab Ketum GP Ansor tersebut, disampaikan saat menggembleng puluhan peserta Diklat Terpadu Dasar (DTD) Banser di kompleks Pondok Pesantren Al Munawaroh, Merauke, Papua, Sabtu (15/9) malam.

“Banser harus jadi tulang punggung persatuan di Papua,” tandas Gus Yaqut di Papua.

Ia mengatakan, walaupun sebagian besar pejuang kemerdekaan Indonesia beragama Islam, namun , para pejuang tidak mendirikan negara Indonesia sebagai negara Islam. Sebab para pejuang terdahulu yang terdiri dari para kiai, khususnya dari kalangan Nahdlatul Ulama menyadari besarnya peran semua kalangan pada kemerdekaan.

Para perintis kemerdekaan lanjutnya sudah berkomitmen bahwa Indonesia harus berdiri di atas semua suku, golongan, agama dan sebagainya. Kesadaran ini muncul karena Indonesia sejak awal dianugerahi dengan beragam kekayaan, baik alam, etnis, budaya dan sebagainya.

Dengan demikian, komitmen kemerdekaan menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sifatnya sudah final.

“Sudah menjadi kewajiban generasi sekarang termasuk Banser untuk turut menjaga wilayah Indonesia agar tidak terpecah. Ini harus jadi semangat dan tekad bersama. Kita harus pertahankan,” seru Gus Yaqut.

Gus Yaqut juga mengungkapkan bahwa saat ini ada berbagai kelompok yang menginginkan NKRI ini bubar, seperti dilakukan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Dia meminta kader Ansor atau Banser di manapun berada untuk terus mewaspadai gerakan-gerakan kelompok ini. Sikap ini penting karena bisa jadi meski sudah dibubarkan, aktivisnya akan menggunakan beragam cara untuk bisa eksis kembali.

“Memang mereka Islam, tapi jangan sampai mengklaim Islam sendiri karena negara ini berdiri atas kerja keras bersama,” katanya.

Dengan prinsip itu, Gus Yaqut juga berpesan kepada para kader Banser di Merauke untuk menjaga betul toleransi meski saat ini umat Islam di Merauke adalah mayoritas. “Kita  tak boleh semena-mena. Kita harus bersama menjaga negeri yang kita cintai,” ujarnya.

Di akhir pembekalan, Gus Yaqut sangat mengapresiasi generasi muda Merauke yang bersedia bergabung di Ansor atau Banser. Dirinya optimistis dengan bergabung organisasi pemuda di bawah naungan NU ini akan banyak timbal balik positif, termasuk urusan akhirat. (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: