Ketum MUI: Pemahaman Islam Moderat Harus Terus Disuarakan

Kamis, 30 November 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Bogor – Pemahaman Islam wasathiyah atau moderat harus terus-menerus disuarakan di tengah masyarakat mengingat paham-paham ekstrim kanan atau kiri juga terus berkembang. Islam moderat yang dikembangkan bukan hanya menyangkut soal pemikiran, tetapi juga gerakan.

Hal itu ditegaskan oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Ma’ruf Amin dalam acara Pembukaan Rapat Kerja Nasional MUI di Hotel Sahira Bogor, Selasa (28/11) malam.

“Pemikiran yang ingin kita bawakan adalah pemikiran yang moderat,” kata Kiai Ma’ruf.

Rais ‘Aam PBNU itu menerangkan, ada kelompok yang berpikiran sangat tekstual dan ada juga kelompok yang memiliki pemikiran sangat liberal. Keduanya sangat ekstrim. Yang satu menganggap tidak ada perubahan-perubahan dalam Islam, sementara yang satunya lagi menganggap semua di dalam Islam boleh berubah.

“(Mereka kelompok liberal menganggap) Agama ini seperti adonan. Bisa dibuat apa saja. Bisa berubah setiap hari,” ucapnya.

Kiai Ma’ruf menjelaskan, cara berpikir Islam moderat itu ada tiga yaitu tawassuthiyyan (moderat), tathowwuriyyan (dinamis), dan manhajiyyan (menggunakan metodologi yang jelas).

Menurut Kiai Ma’ruf, pada dasarnya Islam itu adalah agama yang sangat toleran. Hal itu tercermin dalam Al-Qur’an Surat Al Kafirun ayat enam. Tidak ada paksaan di dalam memeluk agama Islam.

“Teologi Islam itu toleran,” tegasnya.

Ia meminta agar Islam moderat Indonesia dikembangkan ke seluruh dunia, terutama dunia Islam. Mereka bisa belajar dari Indonesia tentang bagaimana Islam bisa berinteraksi dengan yang demokrasi dan modernitas dan juga umat Islam berhubungan dengan umat agama lainnya.  (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: