Ketum PBNU Ingatkan Pentingnya Islam Nusantara

Kamis, 04 Mei 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – Kita perlu menghayati Islam Nusantara agar menjaga dari kemerosotan moral, kemorosotan budaya, akhlak yang dapat menghilangkan karakter. Hal itu disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj (Kang Said) saat menyampaikan sambutan pada acara Kongres Ke-III Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Rabu (3/5).

Cara mencegah hal tersebut, menurutnya, dengan Islam Nusantara, yaitu Islam yang menghormati budaya, tradisi, menghormati kearifan lokal, selama tradisi itu tidak bertentangan dengan syariat Islam.

Ia mencontohkan Negara-negara  Arab yang sudah kehilangan kepribadian, kehilangan jati diri, perang terus menerus yang berakibat pada hilangnya jutaan nyawa.

“Tapi kita punya Islam Nusantara, Islam yang menjaga budaya, kearifan lokal. punya karakter, jati diri, Islam yang menghormati ukhuwah wathaniyah dan insaniyyah,” kata Kang Said

“Kita jungjung tinggi Bhineka Tunggal Ika. Perbedaan adalah sunnatullah,” tambahnya.

Dengan Bhineka Tunggal Ika tersebut, ia menegaskan agar warga NU tidak mencaci maki siapapun yang berbeda.

“Tidak boleh mencaci perbedaan warna kulit, budaya, bahasa, tradisi    begitu pula kita tidak boleh mencaci perbedaan agama,” tegasnya.

Ia menjelaskan, karena dakwah yang tidak menggunakan caci-maki adalah dakwah yang berakhlak dan berbudaya. (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: