Ketum PBNU: Islam Datang dengan Misi Perdamaian

Sabtu, 21 Oktober 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – Islam masuk ke Nusantara dengan penganutnya yang moderat atau umatan wasatan. Dalam sejarah di Indonesia, Islam disebarkan Wali Songo, termasuk Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati yang melakukan dakwah di Cirebon.

Hal itu disampaikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, pada acara Haul dan Khotmil Qur’an di lapangan Pesantren Kiai Haji Aqil Siroj (KHAS) Kempek, Cirebon, Jawa Barat, Jumat (20/10).

Menurutnya, seusai era Wali Songo, ajarannya diterima para kiai melalui pesantren. Kemudian pesantren mengajarkan Islam yang berkarakter moderat itu kepada masyarakat.

Pada tahun 1926, KH Hasyim Asy’ari bersama kiai-kiai lain pun membentuk jamiyyah Nahdlatul Ulama (NU) sebagai wadah aktivitas para kiai dan santri.

Kiai asal Cirebon ini juga menjelaskan tentang keputusan monumental NU dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Di antara momentum bersejarah organisasi NU ialah memutuskan pada muktamar NU di Banjarmasin tentang status negara Indonesia, yakni darus salam atau negara damai.

“NU berkeyakinan itulah yang paling pas, paling bermanfaat, paling berkah. Itu ajaran Kiai Hasyim Asy’ari. Dulu, sekarang, dan akan datang,” tegasnya.

Pada acara yang bertemakan Merawat Tradisi untuk Memperkokoh NKRI ini dihadiri Presiden Republik Indonesia (RI) H Joko Widodo, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriawan, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Pengasuh Pesantren KHAS Kempek KH Mustofa Aqil Siroj, dan lain-lain. (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: