Ketum PBNU: Jika Ada yang Mengingkari Pancasila NU Siap Lawan

Senin, 02 Mei 2016,

PANDAAN, ISLAMNUSANTARA.COM – Acara Harlah NU ke 93 yang di gelar di Taman Candra Wilwatikta, Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj memberikan sambutan dan mengajak masyarakat untuk bersyukur dan bangga menjadi warga negara Indonesia dibandingkan dengan negara lain. Alasannya, Indonesia memiliki ulama yang nasionalis.

Dalam Sambutannya juga, Said Aqil Siradj tak lupa menceritakan sejarah tentang peperangan di kawasan Timur Tengah. Harlah NU ini dihadiri ribuan nahdliyin, ormas termasuk Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Di Timur Tengah tidak ada pejuang nasionalis. Tidak ada ulama nasionalis. Di Indonesia, Alhamdulillah, KH Hasyim Asyari ulama nasionalis. Sampai Mbah Hasyim punya jargon ‘Membela tanah air bagian dari Iman’,” kata Said Aqil, Sabtu (30/4/2016).

Menurutnya, sejak berdiri, NU tetap menggabungkan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah (Aswaja) dan nasionalisme. Said Aqil menekankan jasa proklamator Soekarno yang menggagas Pancasila pada 1 Juni. Jika ada yang mengingkari sejarah itu, NU siap melawannya.

“Barang siapa yang ingin mengganggu, yang ingin mengubah sejarah itu sama seperti mengerdilkan Bung Karno. Mari kita lawan pendapat itu,” jelasnya.

Said menyebut lahirnya Pancasila itu merupakan ilham dari Tuhan YME. “Walhasil, Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dan Pancasila bagi NU dan Umat Islam sebagai pegangan bernegara dan berbangsa,” ujarnya.(ISNU)

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: