Ketum PBNU: Membela Agama Islam dengan Santun dan Mulia

Sabtu, 08 April 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengatakan, agama Islam adalah agama yang mulia dan santun. Oleh karena itu, cara membelanya pun harus dengan cara yang mulia dan santun.

Kiai Said menyampaikan Hal tersebut saat mengisi “Istighotsah untuk Jakarta Damai” di halaman gedung PBNU Jakarta Pusat, Jumat (7/4) malam.

“Nahdlatul Ulama menerima dua amanat yaitu amanat diniyah (agama) dan amanat wathaniyah (kebangsaan). Agama Islam agama yang benar, dakwah untuk mengajak umat dengan cara yang benar. Islam agama yang sempurna, maka lakukan dakwah dengan cara sempurna. Islam agama yang mulia, lakukan dakwah dengan cara mulia,” urai Kiai Said.

Ia menyatakan ibarat bus yang bagus, cara calo yang ingin mencari penumpang pun harus baik. “Ayo naik bus saya, ada full AC, snack, supirnya bagus,” kata Kiai Said.

Bukan sebaliknya, mengenalkan bus yang bagus tetapi dengan cara yang buruk dan penuh ancaman.

“Ayo ikut ke sana. Kalau nggak mau saya bakar, saya gebukin. Kira-kira orang senang dan mau naik bus enggak? Jadi calo kok ngancam, ya orang malah nggak jadi naik bus itu,” kata Kiai Said.

Demikian juga dengan Islam. Walau Islam agama yang baik, bila cara mengajak orang mengamalkan Islam dengan cara yang jelek, kasar, congkak sombong, maka maka orang akan muak dan benci.

Cara yang santun dan lembut dalam mengenalkan Islam, kata Kiai Said, sesungguhnya telah dicontohkan oleh Rasullullah Muhammad SAW. Ketika memimpin masyarakat Yastrib, penduduknya ada yang Muslim dan non-Muslim; ada pribumi asli, ada pendatang.

“Tetapi Rasul memberlakukan mereka dengan cara yang sama di mata hukum, pelayanan fasilitas, hak dan kewajiban. Enggak pandang bulu sukunya apa, warna kulit, bahasa, budaya tradisi, partai, dan pilihan gubernurnya,” tambah Kiai Said.

Dalam menyambut pemilihan gubernur DKI Jakarta putaran kedua, Kiai Said mengingatkan agar masyarakat tidak terpancing permusuhan walaupun pilihan mereka berbeda.

“Silakan beda pilihan. Yang senang Ahok pilih Ahok. Yang senang Anies pilih Anies. Yang nggak seneng pilih yang lain, nggak usah demo,” tegas Kiai Said.

Ia berharap dalam pemilihan gubernur putaran kedua, masyarakat Jakarta tetap damai, solid, akur, rukun dan damai. (ISNU)

Sumber: NU Online

 

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: