Ketum PBNU: NU Waspadai Wahabisme Bukan Saudi Arabia

Selasa, 07 Maret 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – Kerajaan Saudi Arabia sudah lama moderat, masalah yang sering berdampak ke Indonesia adalah kelompok agamawannya yang belum mampu mengikuti dinamika perubahan di kalangan pemerintahan. Hal itu disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj, MA saat menerima Prof. Dr. Alwi Shihab di kantor PBNU, Senin (06/03/2017).

“Sudah saya tegaskan berkali-kali, yang NU waspadai itu Wahabisme bukan Kerajaan Saudi Arabia,” kata Kiai Said Aqil.

Pertemuan kedua tokoh intelektual Islam Indonesia tersebut berlangsung akrab dan santai. Di depan Menteri Luar Negeri era Gus Dur tersebut, Kiai Said menyatakan NU tentu mencermati point ke-3 Nota Kesepahaman RI dengan Pemerintah Arab Saudi tentang kerja sama kebudayaan antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dengan Kementerian Kebudayaan dan Informasi Kerajaan Arab Saudi.

NU juga mencermati Nota Kesepahaman point ke-8 antara Kementerian Agama Republik Indonesia dengan Kementerian Urusan Islam Dakwah dan Bimbingan Kerajaan Arab Saudi di bidang urusan Islam.

“Jangan sampai niat baik kedua pemerintahan diboncengi wahabis dari kedua negara,” ujar Kiai Said Aqil.

Kiai pengasuh Pondok Pesantren as-Taaqofah ini salut atas statemen Raja Salman yang mengakui semangat toleransi masyarakat muslim Indonesia. Masyarakat yang suka bekerjasama dan membangun dialog antar umat beragama.

“Sekarang kita lihat ke depannya, para wahabis itu berubah apa tidak perilakunya di Indonesia,” kata Kiai Said. (ISNU)

Sumber: Muslimoderat

 

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: