Ketum PP Muhammadiyah: Segala Bentuk Terorisme Tidak Dibenarkan Dalam Ajaran Agama

Rabu, 16 Mei 2018

ISLAMNUSANTARA.COM  – Indonesia dikenal sebagai negara yang mayoritas penduduknya merupakan muslim dan memiliki pandangan keagamaan yang moderat dan toleran. Melalui cara beragama yang demikian, keragaman di Indonesia mampu dipertahankan dari berbagai ancaman perpecahan. Perbedaan-perbedaan yang ada baik perbedaan suku, etnis, budaya bahkan agama tidak menjadi masalah, justru keragaman di Indonesia memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Peristiwa teror bom di Surabaya dan Sidoarjo, Minggu (13/5) hingga Senin (14/5) yang mengguncang tiga gereja, Rusunawa dan Polrestabes Surabaya sungguh menyelimuti duka bangsa Indonesia. Serangkaian peristiwa teror itu merupakan bentuk ancaman bagi eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Oleh karena itu, banyak pihak mengecam tindakan tak bermoral itu, tak terkecuali Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir. Dalam tweetnya (13/4), Haedar mengutuk keras peristiwa bom teroris itu dan menyebut terorisme sebagai tindakan yang menciderai moral bangsa.

Menurut Haedar, tindakan pemboman atas nama apapun merupakan tindakan yang tidak dibenarkan dan jauh dari nilai-nilai ajaran agama. Tindakan terorisme tak lain adalah bentuk kekejaman dan kezaliman yang melanggar hukum dan mengotori moral bangsa.

“Muhammadiyah turut berduka cita dan prihatin pada tindakan pemboman atas nama apapun, ditujukan untuk apapun merupakan tindakan yang tidak dibenarkan, baik dari segi hukum maupun moral bangsa,” tulis Haedar Nashir. (ISNU)

Sumber: Islamramah

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: