KH Abdul Azis Manshur Di Mata Wakil Ketua PCNU Pati

JATIMTIMES-KH-Abdul-Aziz-Mansur-640x420

KH Abdul Azis Manshur – Foto: Jatim Times

Kamis, 10 Desember 2015.

PATI, ISLAMNUSANTARA.COM – Wafatnya KH Abdul Azis Manshur adik KH Anwar Mansur Lirboyo menjadi kenangan keluarga besar NU. Pasalnya, Abdul Aziz dinilai sebagai salah satu ikon kiai salaf Jombang yang amat berpengaruh.

Wakil Ketua PCNU Pati dan Dosen Institut Pesantren Mathali’ul Falah Kajen Pati (IPMAFA), Jamal Ma’mur Asmani, dalam statusnya di media sosial, Selasa, (81/12/2015) mengatakan, Pondok Pesantren Tarbiyatun-Nasyiin, Dusun Paculgowang, Desa Jatirejo, Kecamatan Diwek, Jombang, menjadi salah satu andalan dalam forum bahtsul masail pondok pesantren di daerah itu.

Menurut Jamal, semangatnya memberikan wejangan ilmiah menjadi inspirator para santri hari ini. “Saya punya banyak teman dari pondok ini karena mereka mempunyai ghirah ilmiyah yang besar dalam kajian ilmu agama, khususnya fiqih,” katanya sebagaimana dikutip dari NU Online.

Sepanjang ia mengikuti bahtsul masail di Jombang, ada beberapa catatan yang ia dapatkan dari Abdul Aziz. Pertama, Abdul Aziz itu santun dalam bertutur sapa.

“Ketika ada forum bahtsul masail se-Jawa-Madura di Paculgowang, beliau memberikan wejangan dan motivasi yang sangat inspiratif supaya para santri aktif muthalaah kitab salaf dan berani menyampaikan kebenaran dengan santun,” kata alumni Pesantren Sunan Ampel Jombang ini.

“Kedua, beliau itu humoris. Di tengah memberikan wejangan, Kiai Aziz juga kaya dengan joke-joke segar yang membuat para santri terpingkal-pingkar mendengarnya. Ketika memberikan muidloh hasanah dalam haul Kiai Bisyri Syamsuri di Denanyar, beliau juga memberikan joke-joke segar ala santri, seperti Gus Dur yang humoris,” lanjutnya.

Ketiga, sambung Jamal, kedalaman ilmunya sungguh luar biasa, layak diteladani oleh para santri. Hal ini tidak lepas dari darahnya baik dari Abdul Aziz Paculgowang atau dari Lirboyo yang memang aktif dalam tafaqquh fiddin.

“Keempat, kiai-aktivis. Kiai Azis adalah sosok kiai plus aktivis yang mobilitasnya tinggi, tidak cukup berada di pesantren, tapi mampu melebarkan sayapnya di luar pesantren, baik melalui forum pengajian atau di jalur politik dengan tetap mengedepankan nilai-nilai Aswaja,” kenangnya.

“Kelima, Kiai Aziz juga sosok yang mengamalkan ajaran Nabi yaitu amalurrajuli bi yadihi wa kullu bai’in mabrur. Beliau juga sosok wirausahawan yang sukses, karena dalam berjuang, kemandirian ekonomi itu sangat penting supaya tidak tamak dan bisa ikhlas berjuang,” tegasnya.

“Selamat jalan kiaiku, semoga ilmu dan perjuanganmu menjadi inspirasi para santri dalam mengukir prestasi dunia akhirat. Amin, allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu ‘anha, ij’al qabrahu raudlatan min riyadlil jinan,” pungkasnya.

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: