KH Aqil Siradj: Berpolitik Harus Dahulukan Kepentingan Bangsa dan Negara

Selasa, 18 April 2017,

ISLAMNUSANTARA.COM, JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU) KH Said Aqil Siradj mengajak kepada masyarakat umumnya dan bagi warga NU pada khususnya supaya dalam berpolitik itu mendahulukan kepentingan bangsa dan negara. (Baca: Maraknya Ormas yang Mengancam NKRI, Ini Pendapat Kiai Said)

“Pinggirkan kepentingan sesaat politik, entah itu Pilkada, Pilpres, atau Pileg. Semuanya merupakan kepentingan sesaat,” kata Kiai Said saat menyampaikan pengantar pada acara Seruan Moral Tujuh Ormas Keagamaan Tentang Pilkada DKI Jakarta putaran ke-2, di Gedung PBNU, Senin (17/4).

Menurutnya, imbauan tersebut dilatarbelakangi karena sering memanasnya situasi politik di beberapa daerah, khususnya di DKI Jakarta.

“Sebagai ormas non politik, ormas bukan partai politik, tapi memberi tanggung jawab besar. Menjaga keutuhan, kekuatan, persatuan, dan kesatuan republik Indonesia yang kita cintai ini,” tegasnya. (Baca: Kiai Said: Agamis Nasionalis Sebagai Pondasi Keutuhan NKRI)

Pada kesempatan tersebut, Kiai Said menegaskan bahwa himbauannya tidak mempunya kepentingan politik apapun.

“Tidak ada kepentingan politik apapun. Kepentingannya Cuma satu, menyelamatkan dan mewujudkan kedamaian di seluruh daerah wilayah republik Indonesia, bukan hanya di Jakarta,” ujarnya.

“Kami tidak punya kepentingan politik. Apalagi pribadi saya, tidak ada kepentingan politik apapun, mau main politik, saya itu nggak bisa,” tambahnya.

Acara seruan moral tersebut juga diikuti oleh beberapa perwakilan dari organisasi keagamaan, antara lain Persatuan Gereja Indonesia (PGI), Nichiren Syosyu Indonesia (NSI) Maha Pandita Utama Suhadi Sendjaja, Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin), Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Wisnu Bawa Teana, Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI), dan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI). (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: