KH Ma’ruf Amin: NU Mempunyai Prinsip Tawasuth dan Tasamuh

rais-aam-pbnu-maruf-amin-640x420

Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin

Selasa, 5 Januari 2016

BANDUNG, ISLAMNUSANTARA.COM – Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Senin (4/1/2015) di Mesjid Al-Irsyad Kotabaru Parahyangan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) berpesan kepada jama’ah dan jam’iyah NU untuk mengambil nilai yang baik.

Dikutip dari NU Online, Ma’ruf Amin mengatakan, dalam kehidupan sehari-hari kita harus terus berpegang kepada Kaidah Nahldatul Ulama ‘Al-Muhafadhotu Alal Qadimishalih Wal Akhdhu Bijadidil Ashlah’  yakni menjaga nilai-nilai yang baik dan mengambil nilai-nilai baru yang lebih baik harus terus dilaksanakan oleh Jam’iyyah dan Jama’ah NU.

“Para ulama selalu berijtihad karena tidak semua perilaku kehidupan ini ada teks Qur’annya. Selama itu menyangkut perbedaan paham atau madzhab itu ditoleransi oleh MUI atau PBNU, tapi jangan sekali-sekali membuat hal penyimpangan agama karena hal itu harus disingkirkan. Perbedaan pendapat harus ditoleransi dan penyimpangan harus diamputasi,” paparnya.

Rais Aam menjelaskan, sekarang ini banyak aliran sempalan, pemikiran radikal yang mengganggu umat muslim di Indonesia. Pemikiran garis keras muncul dari pemahaman agama yang dangkal, pemikiran yang selalu melihat ajaran agama secara tekstual, tidak mau melihat pendapat para ulama salaf.

Menurut Rais Aam, untuk menjembatani itu, NU mempunyai prinsip tawasuth dan tasamuh. Mempunyai pemikiran moderat ditengah-tengah perbedaan pendapat. Pemikiran yang mengedepan mashlahat, tidak keras dan juga tidak bebas.

Dalam bahasa agama Qaulan Layyina. Harus lembut cara menyampaikan pendapat dan isi pendapat tersebut disampaikan dalam bahasa lembut pula. Islam lahir di Indonesia begitu beragam, dan keberagaman dalam beragama saat ini NU menyebutnya dengan istilah Islam Nusantara.

“Artinya Islam yang mengakui perbedaan dan keberagaman madzhab. Islam lahir apa adanya dari budaya leluhur yang tidak bertentangan secara Aqidah. Perbedaan pendapat jangan mudah disebut bid’ah. Perbedaan adalah baik dan yang bid’ah adalah telunjuk mereka yang suka tunjuk orang semaunya,” tandasnya.

Karena itu menurut Rais Aam, inti dari acara Maulid ini, harus terus menjaga persatuan, ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathoniyah, dan ukhuwah insaniyyah.  


Peringatan maulid ini terselenggara atas kerjasama pihak DKM Al-Irsyad Kotabaru dengan MUI KBB, PCNU KBB, Aliansi Ormas KBB, Kementerian Agama KBB dan Yayasan Kotabaru Parahyangan. Hadir Ketua PCNU KBB,  H Agus Mulyadi, Bupati KBB, H Abu Bakar, dan para Asisten serta jajaran dari Pemkab Bandung Barat. Kepala Kemenag KBB, H Asep Ismail, Ketua MUI KBB KH Mohammad Ridwan, dan Rais Syuriyah PCNU KBB KH Aa Maulana.

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: