Kiai Miftah Ajak Nahdliyyin Waspadai Ajaran Islam Radikal yang Sudah Didepan Mata

Minggu, 02 April 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Surabaya – Wakil Rais A’am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftahul Akhyar mengajak warga Nahdliyin agar waspada terhadap berbagai ajaran dari kelompok Islam radikal yang sengaja menghancurkan ajaran ahlusunnah wal jamaah saat ini. Beliau mengatakan bahwa Islam radikal sudah berada di tengah-tengah kita. Kalau dulu, kekuatan Islam radikal masih di negeri seberang, ingin menghancurkan situs-situs Islam di Makkah dan Madinah, sekarang mereka sudah berada di tengah-tengah kita.

Hal tersebut disampaikan Kiai Akhyar pada acara peringatan Hari Lahir NU ke-94 oleh PCNU Kota Surabaya yang dikemas dalam kegiatan Lailatul Ijtima’ Kubro di Dusun Buren Kecamatan Pakal Surabaya, Jumat (31/3/2017) malam.

Dalam kesempatan tersebut KH Miftah memberikan wawasan pada warga Nahdliyin Kota Surabaya tentang tantangan yang dihadapi oleh NU saat ini. Ia mengatakan bahwa perjuangan Nahdlatul Ulama dalam mempertahankan ajaran ahlusunnah wal jamaah saat ini, tidaklah mudah.

Menurutnya, saat ini NU dihadapkan pada berbagai kelompok radikal yang selalu berusaha menghilangkan ajaran ahlusunnah wal jamaah dengan tuduhan kafir dan bid’ah. “Sekarang kelompok radikal ada di tengah-tengah kita, dulu mereka ada di negeri seberang dengan menghilangkan berbagai situs-situs Islam seperti yang ada di Makkah dan Madinah,” ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya mengajak warga NU untuk mengikuti jejak dan semangat KH Wahab Chasbullah salah satu tokoh pendiri NU yang berjuang menentang ajaran Wahabi di Makkah. “Jika mbah Wabab saja berani protes di negeri orang, kita juga harus bisa dan berani melawan,” tegasnya.

Ia juga mengajak warga NU untuk waspada dan jangan mudah ikut-ikutan. Sebab pengaruh ajaran tersebut sangat membahayakan warga NU khususnya keutuhan bangsa Indonesia.

Dikatakannya, kelompok radikal dan berbagai ajaran yang berusaha menghancurkan ahlusunnah wal jamaah melalui kekayaan dengan mendirikan berbagai sekolah dan tempat–tempat pendidikan. Untuk itu harus dilawan dengan mendirikan lembaga pendidikan NU.

“Alhamdulillah, sudah banyak UNU (Universitas NU) di mana-mana, di Surabaya ada UNUSA, demikian juga dengan kesehatan, kita juga sudah punya RSI yang tidak kalah dengan yang lain,” ujarnya.

Meskipun demikian NU masih banyak kekurangan dalam pemberdayaan ekonomi umat (mabadi’ khoiroh ummah). Dirinya menganjurkan agar NU memperbanyak terciptanya saudagar-saudagar yang bisa membantu perjuangan Nahdlatul Ulama. (ISNU)

Sumber: Muslimoderat

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: