Kiai yang Sesungguhnya Adalah yang Menampilkan Wajah Islam Ramah

Rabu, 25 April 2018

ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – Seorang pengasuh pondok pesantren atau yang biasa dikenal sebagai kiai memiliki peran strategis dalam pendidikan keagamaan di Indonesia. Ia bukan hanya label sosial yang dialamatkan kepada seseorang yang memiliki kedalaman ilmu agama, melainkan juga penebar wajah Islam yang ramah di Indonesia. Karena itu, perjuangannya menampilkan wajah Islam yang moderat harus terus diteladani demi memperkokoh pandangan keagamaan toleran dalam tatanan masyarakat yang beragam.

Dalam konteks keindonesiaan, seorang kiai dikenal sebagai tumpuan umat untuk memperkenalkan ilmu-ilmu agama. Tidak ada dalam sejarahnya seorang kiai yang menganjurkan umat Islam atau para santrinya untuk menebar permusuhan. Justru seorang kiai secara umum membawa spirit dakwah yang damai dan memberikan ketentraman bersama seluruh komponen masyarakat. Peran strategis seperti ini yang membuat kehadiran kiai dapat memperkuat Islam moderat di Indonesia.

Dalam tradisi Islam di Indonesia, untuk menghormati dan mengenang kontribusi para kiai, biasanya dikenal dengan istilah Haul (Peringatan Hari meninggal). Kegiatan tersebut adalah bentuk penghormatan masyarakat terhadap kontribusi kiai selama masih hidup.

Dalam pandangan Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Demak, H Muhammad Ali Maskun, tradisi haul yang berkembang di kalangan umat Islam Indonesia, terutama warga NU merupakan tradisi berharga yang patut dilestarikan. Menurut dia, umat Islam beruntung karena masih bisa meneladani perjuangan para kiai dalam memperjuangkan Islam. Melalui para kiai, Islam dikembangkan di seluruh penjuru Indonesia, bahkan juga dunia.

“Warga NU sangat beruntung karena oleh para kiai diajari untuk melestarikan tradisi haul para tokoh yang berjasa dalam memperjuangkan dan mengembangkan agama Islam di berbagai kawasan di muka bumi ini,” ujarnya dalam acara Haul ke-31 KH Jalal Suyuti, di Demak, Minggu (22/4). (ISNU)

Sumber: Islamramah

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: