Komunitas NU Belanda Jadikan Islam Nusantara Sebagai Diplomasi Budaya Indonesia

Kamis, 30 Maret 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Den Haag – Kedutaan Besar RI di Den Haag menggelar jamuan makan malam dan gelar kebudayaan bertajuk Nusantara Night. Kegiatan ini diselenggarakan KBRI Den Haag sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan konferensi internasional mengenai Islam moderat di Indonesia yang sukses diselenggarakan dua hari sebelumnya (27/3) di kampus Vrije Universiteit Amsterdam, Belanda.

Konferensi bertema “Rethinking Indonesia’s Islam Nusantara: From Local Relevance to Global Significance” ini diselenggarakanh Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Belanda dengan dukungan penuh dari KBRI Den Haag serta bekerja sama dengan Kementerian Agama RI, Vrije Universiteit dan sejumlah lembaga lain. Direktur Jendral Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, berkenan membuka konferensi ini dan sekaligus menyampaikan keynote speech.

Dalam sambutannya di konferensi internasional, Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja, menyatakan bahwa tema konferensi ini sangat tepat waktu sebagai konter atas meluasnya pandangan mengenai benturan peradaban (clash of civilization) di antara sebagian pemimpin dunia dan masyarakat Barat dewasa ini.

“Banyak karakter positif dari Islam Nusantara sangat relevan untuk mewujudkan Islam sebagai agama kemanusiaan dan perdamaian di pentas global,” kata Dubes I Gusti Agung Wesaka Puja.

Beberapa karakter positif Islam Nusantara diilustrasikan secara rinci oleh Dubes RI ini, seperti akomodatif terhadap konteks lokal, respek terhadap keragaman, inovatif dalam dakwah, kepedulian pada pendidikan karakter, pendekatan kebudayaan, dan komitmen pada keadilan.

“Karakter semacam ini menghasilkan ekspresi Islam yang menekankan moderasi, toleransi, non-kekerasan, keadilan dan perdamaian,” tegas Dubes RI yang pernah berperan penting dalam tercapainya kesepakatan perdamaian RI dengan GAM pada 15 Agustus 2005.

Acara Nusantara Night diselenggarakan oleh KBRI Den Haag untuk menegaskan signifikansi Islam Nusantara pada tataran global. Hal ini secara konkret akan ditunjukkan dengan bagaimana Islam Nusantara dapat menjadi salah satu komponen kunci dari diplomasi budaya Indonesia di kancah politik internasional.

Oleh karena itu, selain beberapa pertunjukan seni dan kebudayaan, acara Nusantara Night ini juga akan diisi dengan pidato kebudayaan oleh empat Duta Besar RI mengenai “Diplomasi Budaya Islam Nusantara: Pengalaman dan Refleksi.” Keempat Dubes RI yang akan menyampaikan pidatonya adalah Agus Maftuh Abegebriel (Dubes RI untuk Arab Saudi), Achmad Chozin Chumaidy (Dubes RI untuk Lebanon), Safira Machrusah (Dubes RI untuk Aljazair), dan Husnan Bey Fananie (Dubes RI untuk Azerbaijan).

Ketua Syuriyah PCINU Belanda, KH Nur Hasyim Subadi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sangat besar kepada Dubes I Gusti Agung Wesaka Puja atas dukungan yang telah diberikan.

“Hal ini menunjukkan kepedulian tinggi KBRI Den Haag atas signifikansi Islam Nusantara bagi citra global Indonesia di kancah internasional,” tegas tokoh ulama alumni Universitas Al-Azhar Kairo ini.

Apresiasi senada juga disampaikan  Katib Syuriyah PCINU Belanda, M. Shohibuddin. Menurutnya, dukungan besar KBRI Den Haag baik dalam mendukung konferensi internasional maupun menyelenggarakan Nusantara Night merupakan bukti bahwa Pemerintah RI memiliki kesadaran dan komitmen tinggi untuk menjadikan Islam Nusantara sebagai salah satu komponen diplomasi budaya Indonesia di luar negeri.

“Diplomasi ‘Saunesia’ (Saudi Arabia-Indonesia) yang membuahkan kunjungan kenegaraan Raja Salman dan penandatanganan kesepakatan kedua negara untuk bekerja sama memajukan moderatisme Islam dan melawan terorisme tidak terlepas dari peran kunci Dubes Agus Maftuh Abegebriel melalui pendekatan Islam Nusantara,” tegas mahasiswa doktoral di University of Amsterdam ini.

Ditemui secara terpisah, Fahrizal Yusuf Affandi, salah satu aktivis PCINU Belanda yang sekaligus panitia Nusantara Night, juga menyampaikan penghargaan yang tinggi atas peran besar KBRI Den Haag dalam mendukung promosi Islam Nusantara di arena global.

“Penandatangan dan deklarasi Piagam Den Haag sebagai pesan utama Nusantara Night tidak akan terwujud tanpa dukungan penuh dari KBRI Den Haag,” kata mahasiswa doktoral di Wageningen University ini.

Menurutnya, Piagam Den Haag itu akan menegaskan Islam Nusantara sebagai komitmen bangsa Indonesia untuk mewujudkan perdamaian, keadilan dan persaudaraan di antara seluruh umat manusia.

Piagam ini diharapkan akan ditandatangani oleh para hadirin Nusantara Night yang terdiri dari para Duta Besar RI, pejabat Kementerian Agama RI, pemakalah pada konferensi internasional, diaspora Indonesia di berbagai negara, serta peneliti dan pemerhati Islam dan Indonesia dari berbagai lembaga akademik di Belanda.  (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: