Kriteria Seorang Pemimpin, Tokoh Panutan Muslim Menurut KH Marzuki

Sabtu, 21 Januari 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Pringsewu – Umat Islam khususnya warga NU harus benar-benar mengikuti Rasulullah dalam memilih seorang imam, panutan beragama. Rasulullah sudah cukup jelas memberikan panduan terkait siapa yang perlu diteladani dalam hal beragama.

Hal itu disampaikan KH Marzuki Mustamar pada taushiyah di peringatan Harlah Ke-91 NU di Gedung NU Kabupaten Pringsewu, Kamis (19/1).

“Hal ini telah dijelaskan dalam hadits Nabi dan menjadi pegangan bagi kita semua dalam kehidupan kita,” katanya.

Menurut Penulis Kitab Al-Muqtatofat Li Ahlil Bidayat ini, yang pertama menjadi dasar dalam memilih imam adalah yang paling fasih dalam bacaan dan pemahaman terhadap Al-Qur’an. “Jika ada dua orang yang sama-sama fasih dan alim Al-Quran, maka pilihlah yang paling banyak hafal dan mengerti hadits Rasulullah,” tambahnya.

Jika keduanya juga sama, kata kiai asal Malang ini, maka hendaklah memilih imam yang berdomisili paling lama di daerah setempat. “Jika semua kriteria tersebut banyak dimiliki oleh para calon imam, maka pilihlah yang umurnya paling tua dan sudah menikah,” tambahnya.

Tampak seluruh pengurus NU dari tingkat cabang hingga ranting serta banom NU tersebut dan ratusan warga NU.

Kiai Marzuki mengajak pengurus NU untuk tetap berpegang teguh kepada ajaran Ahlussunah wal Jamaah. “Mau iman utuh? Ahlussunah wal Jamaah jawabannya,” tegasnya.

Aswaja memiliki sanad yang jelas melalui para ulama yang memiliki kapasitas keilmuan tinggi sampai dengan Rasulullah SAW. Aswaja menerima semua hadits yang diriwayatkan semua sahabat tanpa membedakan satu sama lain.

Untuk kesatuan ajaran Aswaja, di Indonesia ada Nahdlatul Ulama yang mewadahi dan menjaga amaliyah-amaliyah Aswaja. “Kenapa harus NU? Karena NU merupakan organisasi resmi, berbadan hukum serta memiliki jaringan nasional yang menjadi tempat kuat untuk terus meneruskan ajaran Aswaja,” katanya. (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: