Kyai Said Agil: Jihad Dalam Islam Bukan Hanya Perang Melulu

Islamnusantara.com, JAKARTA – Pasca kerusuhan Tolikara, Papua, Jumat (17/7) lalu, beberapa pihak yang kurang mendapat informasi secara lengkap dan berimbang lantas mengeluarkan pernyatan-pernyataan provokatif. Salah satunya muncul seruan jihad ke tanah Papua di media sosial.

nu-secangkiir-kopiBagaimana tanggapan NU terkait Jihad yang sebetulnya?

Menurut Ketua Umum pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Said Aqil Siradj, Jihad yang dimaksud NU cukup luas dan tidak terbatas kepada perang fisik saja.

“Jihad tidak cukup hanya diartikan dengan berperang fisik saja, sangat luas memaknai jihad yang sebetulnya,” kata Said, kepada pewarta berita, di PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (24/7).

Pengertian jihad menurut NU, kata Said Agil, bisa melalui berbagai bidang disiplin, belajar adalah jihad, bekerja untuk keluarga adalah jihad, memimpin adalah Jihad, jadi tidak hanya dengan berperang.

“Jihad dalam arti war, sudah dilakukan NU tahun 1945 lalu di Surabaya, kita panggil umat untuk berperang melawan penjajah Inggris dan sekutunya,” kata dia.

Untuk itu, pemaknaan Jihad jangan dipersempit hanya sekedar berperang melulu, masih banyak lahan berjihad yang perlu dikonsenkan umat Islam.(ISNU/MM/MerahPutihIndonesia)

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: