Lakpesdam PBNU: Saat Ini Dunia Bergerak ke Arah Kanan atau Populisme

Sabtu, 28 Januari 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Bogor – Nahdlatul Ulama (NU) yang sekitar 9 tahun lagi akan berusia seabad, telah mengalami beragam situasi. NU pernah dicaci maki, dicemooh, atas sikap politik ditempuh, termasuk sekarang ini. Hal itu disampaikan Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusai (Lakpesdam) PBNU Rumadi Ahmad, pada pembukaan Rapat Kerja Lakpesdam PBNU di Ciloto, Bogor, Jawa Barat, Jumat (27/1).

Sekarang ini, menurut Rumadi, NU menghadapi situasi global dan nasional yang menurut dia bergerak ke arah kanan atau populisme. “Dalam konteks global, saat ini populisme menjadi idola baru. Orang-orang yang mempunyai pandangan yang dulu kita cemooh, misalnya rasial, intoleran, tidak suka dengan orang Muslim, sekarang berkuasa di sejumlah negara,” tambahnya.

Di belanda, katanya, parta yang sangat rasis saat ini polpuler. Tokoh-tokoh politik yang rasis dan intoleran mendapatkan tempat di banyak negara. “Orang tidak menduga Inggris sampai keluar dari Uni Eropa. Semua ini karena ada sentimen imigran Muslim,” katanya.

Ia menambahkan, orang seperti Donald Trump yang menampakkan ketidaksukaannya kepada imigran dan orang Islam bisa menang dalam pemilu Amerika. “Itu konteks global. Orang menyebutnya duna bergerak ke arah kanan,” ujarnya seraya mengatakan, perkembangan global itu, mau tidak mau harus dihadapi NU.

Sementara pada konteks nasional, NU dicibir karena NU tidak mau turut dalam gelombang populisme. Karena, NU tidak mau turut serta pada demo 411 dan 212. “Sekarang ini kita sedang mmenghadapi banyak sekali caci maki, fitnah, adu domba, melalui media sosial. Antara tokoh-tokoh NU diadu domba,” lanjutnya.

Kiai-kiai sepuh seperti dua Mustasyar PBNU KH Mustofa Bisri (Gus Mus) dan KH Maimoen Zubair (Mbah Moen), kata Rumadi, juga menjadi sasaran fitnah. Terutama fitnah kepada Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Raker Lakpesdam PBNU itu dibuka A’wan PBNU Hj Sri Mulyati. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang membahas NU di Tengah Gelombang Populisme dengan pembicara Menteri Tenga Kerja dan Transmigrasi Hanif Dhakiri, anggota Ombudsman Republik Indonesia Ahmad Suaedy dan pengurus Lakpesdam PBNU Dadi Darmadi. (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: