Lawan Hoax, Menag Ajak Umat Islam Terbiasa Klarifikasi

Sabtu, 15 April 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Lubuk Linggau – Usai menunaikan shalat Jumat bersama ribuan umat Islam Lubuk Linggau di Masjid Agung Assalam Lubuk Linggau, Jumat (14/4), Menteri Agama Lukman Halim Saifuddin mengajak umat Islam untuk lebih teliti, cermat, dan waspada mengkonsumsi berita-berita yang saat ini begitu luar biasa derasnya.

“Maka saya ingin mengajak kita semua bertabayunlah (klarifikasi), verifikasi, konfirmasi, dan itu adalah ajaran Islam. Kepada siapa? Kepada orang yang menginformasikan, kepada yang membuat dan memviralkan berita tersebut,” ujar Menag.

Sebelumnya, Menag mengawali sambutanya, Menag kembali menceritakan peristiwa sejarah fitnah besar (fitnatul kubra), di mana dua khalifah; yaitu, khalifah Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalih terbunuh oleh sesama muslim karena berita yang tidak jelas kebenarannya.

Karenanya, ujar Menag, prinsip pertama dalam mensikapi sebuah kabar, kita harus yakin betul kalau kabar tersebut akurat, isi informasinya benar, sumbernya jelas, baru kita bisa menyebarluaskan.

“Kalau tidak, kita jangan ikut-ikutan, terbiasa ikut menyebarkan berita-berita yang kita sendiri tidak meyakini kebenaran dari isi berita itu. Karena selanjutnya kita akan dimintakan konfirmasi, karena kita yang menyebarluaskan. Dan ketika kita tidak bisa menjelaskan, saya khawatir kita masuk kategori fitnah, menyebarluaskan berita-berita yang tidak benar,” ucapnya.

“Saya berharap kita untuk bertanya pada ahlinya, alhamdulillah kita masih dibimbing diayomi para ulama sebagai tempat rujukan, tausiyah dan bertanya. Dan ada baiknya terhadap berita-berita yang tidak berdasar ditanyakan kepada mereka (para ulama, kyai),” katanya.

Dikatakan Menag, hal tersebut disampaikan karena terinspirasi nama Assalam, agar semua umat Islam dan itu dianjurkan untuk selalu menebarkan kedamaian. Menag juga menggarisbawahi ungkapan Walikota Lubuk Linggau agar kerukunan umat beragama di Tanah Air umumnya, khususnya di Sumatera Selatan tetap terjaga dan terpelihara, dan kita umat Islam sebagai mayoritas memiliki tanggung jawab bagaimana kita menjaga tradisi yang baik yang telah diwariskan para pendahulu kita.

“Dan kita pun dituntut untuk selalu inovatif dan kreatif menciptakan sesuatu yang manfaat dan maslahat sesuai konteks saat ini, agar Islam dan kita sebagai umatnya mampu menebarkan arti kedamaian bagi sesama kita,” ujarnya.

Usai menunaikan shalat Jumat, Menag selanjutnya meresmikan Kantin Dhuafa Masjid Agung Assalam. Kantin tersebut seperti disampaikan Walikota Lubuk Linggau rutin menyediakan makan bagi dhuafa, terlebih pada momentum ramadhan nanti. (ISNU)

Sumber: Kemenag

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: