LDNU Prihatin atas Dakwah Agama yang Penuh Hujatan dan Caci-maki

Minggu, 12 Februari 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) sebagai corong PBNU dalam bidang dakwah prihatin melihat fenomena dan kondisi dakwah yang akhir-akhir ini mengusik kebhinekaan dan rajutan kebangsaan oleh cara dakwah sebagian kelompok Islam yang berisi fitnah, hujatan, dan ujaran kebencian.

Pengurus harian LDNU mengatakan, bahwa dakwah yang disampaikan oleh sekelompok umat Islam belakangan ini tidak lagi menjadi penyejuk, tapi telah menjadi medan untuk saling menghujat antarsesama. Dakwah bukan lagi merangkul, tapi memukul; bukan lagi ramah, tapi marah.

LDNU mengadakan workshop bertema Membangkitkan Dakwah Ramah untuk Indonesia Berkeadaban. Dalam pertemuan ini mereka merumuskan pedoman dakwah Islam Nusantara yang ramah, toleran, dan menghargai kebudayaan. Hasilnya akan menjadi pedoman dakwah bagi para dai LDNU di seluruh Indonesia.

Kesuksesan dakwah walisongo di Nusantara tak lepas dari pola dakwah yang digunakan oleh mereka. Dakwah ramah atau dakwah bil hikmah wal mau’izhatil hasanah (dengan hikmah dan tutur kata yang baik) telah menarik minat masyarakat Jawa hingga akhirnya ajaran Islam diserap secara perlahan-lahan oleh mereka.

Model dakwah demikian dikembangkan oleh Nahdlatul Ulama (NU) karena hanya model dakwah seperti inilah saat ini yang cocok dengan karakter bangsa Indonesia yang majemuk dan terdiri dari berbagai macam suku bangsa, adat istiadat, dan agama.

Tampak hadir sebagai narasumber Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, Prof Dr H Abdurrahman Mas’ud (Kemenag), Sidarta Danu Subroto (Wantimpres), Hosea Nicky Hogan (Direktur Pengembangan BEI), dan Kepala Balitbang Kementerian Sosial.

Hasil pertemuan ini akan disahkan dalam Rakernas LDNU pada 20-21 Februari 2017 di Pesantren Ats-Tsaqafah asuhan Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Jagakarsa, Jakarta Selatan.  (ISNU)

Sumber : NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: