LDNU: Sistem Khilafah Islamiyah Itu Budaya, Bukan Ajaran Islam

Rabu, 05 Juli 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – Sistem Khilafah Islamiyah lahir dari suatu budaya bukan ajaran agama yang sifatnya wajib dan bentuknya baku, karena konsep khilafah Islamiyah merupakan bagian dari pemikiran manusia untuk menentukan bentuk pemerintahannya.

“Khalifah kan pemikiran masyarakat, muncul untuk mencari solusi bagaimana setelah Rasulullah meninggal. Jadi khalifahnya siapa, disepakati secara aklamasi. Jadi ini fikiran manusia, karena budaya, maka berubah-ubah,” kata Muhammad al-Faiz di Jakarta, Sabtu (29/8).

Terbukti bentuk pemerintahan dalam Islam berubah-ubah sesuai dengan zamannya. Setelah masa khulafaurrasyidien, berganti menjadi kerajaan seperti dinasti Ummayyah dan Abbasiyah. Pada zaman modern, berubah lagi menjadi kerajaan konstitusional atau republik.

Dijelaskannya, terdapat budaya yang melahirkan agama, tetapi ada agama yang melahirkan budaya seperti kebudayaan Islam, yang inspirasinya dari nilai-nilai Islam, tetapi ada kebudayaan orang Islam seperti merayakan lebaran dengan memakai petasan.

Baginya, yang dinamakan agama adalah nilai-nilai yang sudah mahdoh atau paten, yang sudah tidak dapat diganggu gugat, seperti mengapa sholat menghadap kiblat, mengapa harus lima waktu yang lainnya yang sifatnya doktriner.

Salah satu Dewan Penasehat LDNU ini mengamati adanya bias budaya atau cara berfikir yang segala sesuatunya dikaitkan dengan agama.

“Nga usah jauh-jauh ada yang berpendapat hormat bendera musyrik, karena yang berhak dihormati hanya Allah. Ini bias cara berfikir,  karena menganggap bendera sama dengan agama,” terangnya.

Padahal jika ditelisik, banyak sekali kebudayaan Islam yang berakar dari kebudayaan agama lain seperti menara masjid yang berasal dari konsep perapian agama majusi.

Perubahan konsep atau sudut pandang dalam melihat persoalan juga merubah hukum. Ia mencontohkan pada zaman Belanda, diharamkan memakai celana karena meniru orang kafir, tetapi kodisi sekarang sudah berubah.

“Kebudayaan itu konsep, bangunan ka’bah sekarang kan karya manusia, mushaf juga karya manusia, yang agama teksnya, bukan tulisannya, (ISNU)

Sumber: Harakatuna

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: