LICIK!!! Inilah Bukti PKS Dukung Aksi Terorisme

Selasa, 19 Juni 2018

ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – Bukti bahwa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sangat dekat dengan kampanye terorisme internasional sudah terdengar sejak lama. Manusia politik semacam Anis Matta misalnya, tidak sungkan memuji gerakan terorisme Osama bin Laden dalam bentuk puisi pada tahun 2001 lalu.

Anis Matta yang pernah menjabat sebagai Sekjend PKS tersebut tak punya rasa kasih (rahmah) kepada korban teror. Ia menulis puisi berjudul “Surat untuk Osama” dan “Jawaban Osama” karena ia percaya kalau Osama adalah teroris yang benar. Naudzubillah min dzalik.

Diketahui, Anis Matta menyusun puisi pujian ke Osama jauh sebelum tokoh teroris paling top se-jagad tersebut mati di Pakistan. Osama pun disebut sebagai mujahid yang dianggap membuka suara yang selama ini diam. Innalillah.

Ironisnya, dua puisi itu tercatat pernah dibacakan di hadapan 7000 orang dalam acara Konser Amal “Indahnya Kebersamaan” dalam rangka Milad ke-11 Daarut Tauhid di Plenary Hall JHCC (Jakarta Hilton Convention Center), Jumat (12/10/2001). Simak puisi Anis Matta berikut:

“Surat Untuk Osama”

Osama,

Kamu tidak pernah bilang padaku

Kalau kamu mau meledakkan WTC dan Pentagon

Bush juga tidak punya bukti sampai sekarang

Jadi aku memilih percaya

Pada cinta yang terpancar

Di balik keteduhan matamu

Pada semangat pembelaan yang tersimpan

Di balik lebat janggutmu.

Osama,

Kamulah yang mengajar

Bangsa-bangsa yang bisu untuk bisa bicara

Maka mereka berteriak.

Kamulah yang menanam bibit-bibit keberanian,

Di ladang jiwa orang-orang penakut

Maka mereka melawan.

Kamulah yang menebar nikmat kemerdekaan,

Di renung kalbu orang-orang tertindas

Maka mereka berjuang.

Kamulah yang mengobarkan harapan di langit

Hati orang-orang terjaga

Maka mereka memberontak.

Osama…

Kamulah yang mengunci mulut bangsa-bangsa adidaya,

Supaya mereka terdiam

Maka mereka hanya bisa mengamuk.

Kamulah yang meruntuhkan keangkuhan

Dari jidat bangsa-bangsa arogan

Maka mereka terbungkam.

Kamulah yang merampas rasa aman

Dari jiwa bangsa-bangsa tirani

Maka mereka tak pernah bisa tidur nyenyak.

Kamulah yang merenggut selera hidup

Dari langit hati bangsa-bangsa makmur itu

Maka mereka tak lagi menikmati hidup.

Osama oh Osama… Osama oh Osama…

Mari kita nyanyikan lagu kemenangan

Bersama nurani anak-anak manusia

Yang telah menemukan kehidupannya.

Osama oh Osama… Osama oh Osama…

Mari kita senandungkan lagu keabadian

Bersama nurani anak-anak manusia

Yang merindukan taman surga.

Anis Matta Pendukung Teror Internasional

“Jawaban Osama”

Saudaraku,

Surat ini sudah kuterima

Aku baik-baik saja di sini

Aku masih minum teh di pagi hari

Dan menikmati sunset di sore hari

Aku juga masih mengendalikan bisnis

Dan mengontrol jaringan Al-Qaidah

Dari balik gua-gua Afghanistan.

Tenanglah saudaraku,

Karena jadwal kematianku

Tidak ditulis di Pentagon atau Gedung Putih.

Saudaraku,

Aku menonton aksi-aksi kalian di TV Al-Jazirah

Aku senang kalian mulai berani berbicara

Aku suka kalian sudah bisa bikin Bush marah-marah

Aku gembira kalian sudah bisa bilang tidak

Aku bahagia kalian mulai belajar jadi singa

Aku terharu kalian miskin-miskin tapi mau nyumbang…

Aku terheran-heran kalian kecil-kecil

Tapi mau jihad ke Afghanistan

Aku pikir kalian ini anak-anak ajaib.

Saudaraku aku mau buka rahasia sama kamu

Tapi kamu jangan bilang siapa-siapa.

Kamu tahu nggak,

Kenapa orang-orang Taliban sayang sama aku

Kata mereka ternyata karena aku lucu

Bocah-bocah Afghan juga senang padaku

Kata mereka karena aku bawa mainan

Pesawat-pesawat Amerika untuk mereka

Para pemulung Afghanistan juga suka padaku

Kata mereka karena roda-roda lama mereka itu

Bisa jadi besi tua yang laris.

Orang-orang Amerika itu terlalu serius

Padahal kita cuma sedang bermain di halaman surga.

Saudaraku,

Kalau nanti Allah memilihku jadi syahid

Utusanku akan datang menemuimu

Membawa sebuah pundi kecil

Itulah darahku,

Siramlah taman jihad di Ambon, di Ternate dan Poso

Tapi kalau aku bisa mengubur keangkuhan Amerika di sini

Aku akan datang ke Indonesia

Kamu tahu apa yang akan aku lakukan

Aku hanya mau investasi di negerimu.

Andai saja Anis Matta mau membacakan puisi di atas, di tahun 2018 setelah Hizbut Tahrir dibubarkan pemerintah dan negara-negara lainnya, apakah PKS tidak bisa disebut sebagai pendukung gerakan terorisme? Tanyakan pada rumput yang belepotan. (ISNU)

Sumber: Dutaislam

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: