Mahasiswa UIN Jakarta Gelar Seminar dan Sosialisasi Melawan Radikalisme

Minggu, 16 September 2018

ISLAMNUSANTARA.COM, Tangerang – Menguatnya doktrin dan paham radikalisme dan terorisme yang mulai berkembang di masyarakat Indonsesia, terutama pada kampus-kampus berbasis Islam mendorong  Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ushluddin, UIN Jakarta menggelar acara Seminar dan Sosialisasi Menolak Radikalisme yang rencananya akan ditempatkan di Aula Madya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, pada hari Selasa (18/09/2018).

Acara yang akan dihadiri oleh kurang lebih 500 orang peserta yang terdiri dari mahasiswa baru dan umum ini akan mengangkat tema besar “Peran Mahasiswa Dalam Menjaga Keutuhan NKRI”, dimulai pukul 09.00 WIB dengan didahului pembacaan ayat suci Al-qur’an oleh Neneng Indriyani dan dilanjutkan dengan sambutan dari Khoerudin selaku ketua DEMA dan Bapak Dr. Suryadinata, MA selaku Wakil Dekan III Bag. Kemahsiswaan Fakultas Ushuluddin.

Seminar dan Sosialisasi Menolak Radikalisme mendatangkan Ketua Umum Gerakan Nasional Peduli Anti Narkoba Tawuran dan Anarkis (GEPENTA) sebagai Keynote Speaker Brigjend (Purn) Dr. Parasian Simanungkalit, SH, MH. Sementara, pembicara yang akan menyampaikan materinya adalah Dosen Fakultas Ushuluddin Dr. Arrazy Hasyim, MA yang membahas salahnya penafsiran orang yang ingin menghancurkan NKRI. M. Najih Arromadhloni (Sekjen Ikatan Alumni Syam dan Mahasiswa Doktor UIN Jakarta) memaparkan tantangan seorang mahasiswa dalam menolak paham radikal dalam kondisi seperti ini. Beliau menjelaskan bahwa pada saat era digitalisasi ini, mahasiswa harus pintar-pintak menelaah suatu hal termasuk yang radikal-radikal. Karena kalau hanya sekadar pemerintah tanpa campur tangan mahasiswa akan terasa sulitnya, maka perlu memperbaiki kondisi negeri ini bersama mahasiswa apalagi itu adalah mahasiswa Ushuluddin.

Pembicara yang tidak kalah seru, yakni Eks Deportan ISIS / Mantan ISIS Mohammad Raihan Rafisanjani yang akan bercerita kepada peserta akan perjalanan hidupnya mengapa sampai terdoktrin paham khilafah dan radikal lainnya sehingga dia sampai hijrah ke syuriah, sampai akhirnya ia mendapati fakta bahwa ternyata janji-janji yang disampaikan oleh ISIS itu hanyalah kebohongan dan dia merasa menyesal karena sudah ikut serta pada saat itu. Pemaparan materi dari ketiga pembicara ini dipandu oleh M. Hidayatullah (Mahasiswa Darussunnah) selaku moderator.

Menariknya, panitia menyiapkan buku secara gratis kepada semua peserta yang hadir pada acara ilmiah ini, disamping fasilitas lainnya berupa snack dan makan siang. (ISNU)

Sumber: Harakatuna

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: