Manajemen Sufi untuk Keshalehan Profesional Menurut KH Luqman Hakim

Jum’at, 07 Oktober 2016

ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – KH Luqman Hakim, memimpin langsung acara kajian islam yang di selenggarakan oleh Persaudaraan Profesional Muslim (PPM) aswaja, Rabu (5/10) di Kafe Sere Manis lantai 3 Sabang, Jakarta Pusat yang dikemas dalam program Kongkow Sufi. Kajian tersebut menyasar kaum muda pekerja di kawasan Jabodetabek.

Menurut Kiai Luqman, bagi kalangan profesional dan masyarakat perkotaan yang sibuk seperti di Jakarta, banyak umat muslim yang terjebak dalam kelalaian mengejar harta secara berlebihan termasuk tidak mempedulikan kehalalannya.

“Bahkan tidak sadar memasuki pola hidup hedonisme yang banyak mengandung mudharat baik bagi dirinya pribadi maupun masyarakat sekitarnya,” jelas Pakar Tasawuf ini.

Menurut survei yang diselenggarakan di salah satu perusahaan BUMN besar di Indonesia menyatakan, bahwa beberapa etos kerja dan motivasi karyawan pada umumnya adalah untuk memperoleh gaji yang besar, karier yang meningkat, dan fasilitas yang bagus.

“Hal ini menimbulkan keresahan, kekhawatiran, dan tekanan hati karena usaha keras yang terputus dari keikhlasan pada ketentuan Allah,” ujarnya kepada komunitas pengajian kaum profesional selepas jam kerja untuk melakukan recharge rohaniah di tengah kesibukan dan keruwetan pekerjaan keseharian.

Dalam menghadapi hal di atas, profesional muslim memerlukan hati yang teraktivasi, hati yang hidup, yang selalu berdisiplin untuk kokoh dan berpegang teguh pada keyakinan kekuasaan Allah.

Sehingga selalu disiplin untuk mengambil keputusan-keputusan yang benar dengan tidak mengikuti pertimbangan nafsu. Namun melalui pertimbangan mata hati yang mampu melihat yang benar dan salah maupun halal dan haram.

Acara Kongkow Sufi, sebagaimana disampaikan oleh Koordinator Acara, Mukhlisin Akhlis, diadakan setiap bulan pada Rabu pertama, di lokasi yang sama untuk mendengarkan tausiyah sufistik.

Tema-tema bulanan sufistik  untuk profesional dan masyarakat perkotaan muslim telah dikemas selama periode setahun dengan tema besar “Manajemen Sufi untuk Kesalehan Profesional” yang disampaikan kepada jamaah.

Dalam acara tersebut, dibuka peluang bagi para peserta untuk menyampaikan konsultasi pribadi untuk memperoleh motivasi dan arahan dari pengasuh secara langsung. (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: